logo batamtoday
Jum'at, 05 Juni 2026
PKP BATAM


Berkat Kerja Keras, Muhammad Alexander Dikontrak Lima Tahun Jadi Chef di Australia
Senin, 23-05-2016 | 10:50 WIB | Penulis: Redaksi
 

Muhammad Alexander ketika bekerja di sebuah resor di New South Wales. (Foto: Istimewa)

 

BATAMTODAY.COM, Australia - Tiba di Australia menggunakan Working Holiday Visa (WHV) yang berlaku setahun, pemuda asal Indonesia Muhammad Alexander sekarang sedang mempersiapkan dokumen karena restoran tempatnya bekerja di Melbourne mau mensponsorinya selama lima tahun.

Pengalaman Muhammad Alexander menunjukkan bahwa Australia saat ini membutuhkan banyak tenaga kerja di bidang tataboga. Sebuah laporan dari lembaga Deloitte mengatakan saat ini tersedia sekitar 38 ribu lapangan kerja untuk koki dan juru masak.

Inilah penjelasan Muhammad Alexander kepada wartawan ABC Australia Plus Indonesia L. Sastra Wijaya lewat email hari Jumat (20/5/2016).

Dimana anda kerja sekarang ?

Saya bekerja di Restoran Groove Train Knoxfield (sekitar 25 km dari pusat kota Melbourne). Saya sebelumnya pindah dari New South Wales dan tinggal di Wantirna South dan mencari kerja langsung dengan menyebar CV saya ke seluruh restoran dan cafe yang berada di Knoxfield Shopping Center. Saat ini saya sedang berada di Indonesia untuk mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan Imigrasi Australia perihal sponsorship yang Insya Allah akan dikeluarkan dari restoran tempat saya bekerja dan akan dikontrak selama 5 tahun.

Apa latar belakang pendidikan anda?

Saya adalah lulusan S1 Jurusan Administrasi Bisnis dari Phoenix University di Malaysia 2010 dan kemudian saya saya melanjutkan pendidikan di Auckland (Selandia Baru) sebagai Chef dan lulus di tahun 2014.

Sebelum di Knox apakah anda sekolah di Australia atau pernah kerja di tempat lain?

Pengalaman bekerja saya sebelum di Knox dan selama di Australia pernah empat bulan bekerja sebagai pembersih sebuah motel di Tweed Heads (NSW)  lalu sempat bekerja di Terminus Hotel Abbotsford (Melbbourne) selama 4 bulan.

Juga pernah bekerja di Restoran Nine on Prahran (Melbourne) selama 2 bulan. Ketika di Selandia Baru, saya juga pernah bekerja di Auckland, sambil menempuh pendidikan, di mana saja bekerja tukang cuci piring (kitchen hand) di Ortolana dan The Store Britomart selama 10 bulan.

Muhammad Alexander (kanan) ketika menjadi juri lomba memasak di Jakarta. (Foto: Istimewa)

Apa status visa anda di Australia saat ini? Apakah restoran tempat anda bekerja akan membantu untuk jadi permanen?

Status saya selama bekerja di Australia adalah dengan memegang Work and Holiday Visa yang berlaku 1 tahun. Sekarang ini saya tengah memproses untuk mendapatkan sponsor working visa dari restoran tersebut. Alasan mereka untuk memberikan sponsor kepada saya adalah bentuk apresiasi atas kinerja dan performa saya selama bekerja dengan mereka dalam durasi yang terbilang cepat.

Itulah yang membuat saya semakin semangat dan terus meningkatkan kualitas kerja saya. Saya juga satu-satunya orang Indonesia yang bekerja di restoran tersebut. Jadi ini adalah kebanggaan tersendiri bagi saya.

Dalam penglihatan anda apakah memang di Australia banyak lapangan kerja untuk koki dan juru masak ?

Sangat banyak dan bisa dilihat dari berbagai posisi yang ditawarkan. Hanya kalau untuk sponsor harus yang mempunyai pengalaman minimal 2-3 tahun dan juga performa yang harus ditunjukan ketika bekerja. Karena semakin banyaknya permintaan masyarakat akan kuliner yang beragam dan hal ini sangat difasilitasi dan didukung oleh pelaku-pelaku industri kuliner di Australia.

Apakah ada peluang bagi orang dari Indonesia untuk kerja di sini?

Sangat bisa dan memungkinkan sekali orang Indonesia untuk bekerja di sini, terlebih yang mempunyai pengalaman atau dengan cara studi terlebih dahulu, sehingga memenuhi poin yan dibutuhkan oleh Departemen Imigrasi di Australia sehingga izin kerja bisa didapatkan segera.

Yang bisa dilakukan juga adalah mencari informasi  informasi dari masyarakat Indonesia yang berada di sana. Mereka juga harus melihat peraturan dan informasi di situs imi.gov.au untuk mendapatkan keterangan dan persyaratan lengkap untuk bekerja atau sekolah di Australia.

Apakah memang cita-cita anda sejak kecil untuk bekerja di restoran sebagai koki?

Di Indonesia saya pernah bekerja sbagai presenter reporter di salah satu TV swasta sebelum memutuskan untuk banting stir dan bekerja sebagai seorang chef. Alasan saya tertarik menekuni bidang ini adalah karena semasa sekolah dan merantau di luar negeri, kecenderungan memasak sendiri lebih sering sehingga passion untuk memasak sudah ada sejak lama jadi bangkit lagi. Juga siapa tidak suka dengan wisata kuliner sambil travelling. Itu yg membuat saya bertekad suatu hari nanti saya ingin menjadi seorang chef.

Muhammad Alexander berharap pengalaman kerja di Australia akan bermanfaat untuk dibawa ke Indonesia di masa depan. (Foto: Istimewa)

Mengapa memilih kerja di Australia, dan bukannya di Selandia Baru atau di Indonesia?

Pertama sekali saya ingin memperdalam dan menambah ilmu masakan Barat (Western Food) mulai dari sistem, cara kerja mereka, mental, wawasan, teknik dan lainnya. Saya juga suka tantangan yang lebih besar dan apa yang bisa saya dapatkan di Australia dalam kurun waktu 5 tahun ke depan. Selain itu saya juga ingin mengumpulkan modal usaha. Indonesia adalah tempat di mana saya akan mengimplikasikan ilmu dan pengalaman saya dari Australia sehinggal tinggal saya gabungkan saja dengan trend yang ada di sini.

Menurut anda keahlian masakan apa yang diperlukan di Australia masakan Barat atau Asia ?

Menurut saya ini sangat tergantung di mana anda melamar. Yang saya lihat trend sekarang ini adalah kepada masakan yang modern dan fusion. (Sumber : ABC)

Editor: Udin

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit