logo batamtoday
Kamis, 21 Mei 2026
PKP BATAM


Balai POM Akan Periksa PT IMP Soal Temuan Rambut dalam Air Mineral Sanford
Selasa, 03-02-2015 | 08:31 WIB | Penulis: Roni Ginting
 
Setia Murni, Kepala Balai POM Kepri. (Foto: dok/BATAMTODAY.COM)
 

BATAMTODAY.COM, Batam - Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kepulauan Riau akan menindaklanjuti temuan sehelai rambut dalam botol minuman air mineral merek Sanford. Kepala Balai POM Kepri, Setia Murni, mengatakan pihaknya akan melakukan pemeriksaan ke PT Izumi Mas Perkasa yang memproduksi air mineral itu.

"Kami segera melakukan pemeriksaan ke sana. Lalu melihat sistem produksinya," kata Setia Murni kepada wartawan, Senin (2/2/2015).

Apabila ditemukan kesalahan dalam proses produksinya, maka BPOM akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan rutin. Mereka akan mengambil sampling dan pengujian di tempat produksi. "Laporan hasil pemeriksaan dan pengujian akan kita kirim ke pusat," ujarnya.

"Apakah mereka telah menerapkan produksi uji pangan yang baik atau tidak, pusat yang akan melakukan penilaian," katanya lagi.

Diberitakan sebelumnya, konsumen menemukan sehelai rambut dalam botol minuman air mineral merek sanford yang dibeli dari warung pojok, kantin DPRD Batam.

Dikatakan Yusri, temuan tersebut pada Kamis (29/1/2015) siang. Dia dan tiga rekannya memesan lima botol air mineral merek Sanford.

Mereka kaget karena di salah satu botol minuman terlihat sehelai rambut. "Kami kaget ada rambut di dalam minuman," ujar Yusri.

Ia mengatakan, temuan tersebut sangat memprihatinkan. Pasalnya, bisa merugikan konsumen dan berbahaya bagi kesehatan. "Di dalam saja sudah ada rambut. Kita pertanyakan kualitas minuman ini," keluhnya.

Sementara, saat dikonfirmasi ke perusahaan Sanford PT Gajah Izumi Perkasa yang beralamat di kawasan industri Hijrah, Batam Centre, sempat ditolak oleh pihak perusahaan. Setelah sempat terjadi perdebatan akhirnya rombongan wartawan ditemui Yansen, bagian produksi.

Ia mengatakan akan menindaklanjuti temuan tersebut dengan memeriksa ke bagian laboratorium. "Sekarang kami tidak bisa memutuskan apakah ini air kami atau tidak. Harus ada uji lab juga," kata Yansen.

Ia menambahkan, kemungkinan dari kemasan memang menggunakan merek sanford tapi air di dalamnya bisa jadi bukan produk mereka. "Kami uji dulu di lab memasikan apakah minuman kami atau tidak. Bisa jadi ada pemalsuan produk kami," tuturnya.

Kemudian pihak perusahaan membuka segel botol minuman disaksikan wartawan dan pihak perusahaan. Lalu mengambil sampel air minuman yang akan diteliti di laboratorium. (*)

Editor: Roelan

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit