BATAMTODAY.COM, Batam - Aktivitas di PT Batamitra Sejahtera (BMS) Shipyard, Tanjunguncang, ternyata masih tetap berjalan, pasca penembakan dua orang warga yang sedang menyelam untuk mengambil besi di perairan dekat perusahaan tersebut, Jumat (18/7/2014) sore.
Di lokasi perusahaan itu aktivitas seperti biasa masih tetap berlangsung. Petugas sekuriti maupun pekerja masih terlihat hilir-mudik di dalam lokasi. Hanya saja tak ada yang bersedia memberi penjelasan, terkait tuntutan warga yang sempat mendatangi perusahaan itu, kemarin.
"Masih jalan seperti biasa, tak ada yang beda," kata Ahmad, salah seorang warga.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Pemuda Hinterland Tuah Sakti, Muhammad Rahim, menyebutkan, kasus kekerasan terhadap nelayan maupun warga pencari besi sisa yang sudah dibuang ke laut sudah berulang kali terjadi yang dilakukan oleh petugas sekuriti maupun oknum-oknum yang ada di PT BMS.
"Kasus penembakan ini, sangat tidak bisa kami terima. Kami mau PT BMS ini ditutup dan Ahok diadili seadil-adilnya," kata dia, di lokasi PT BMS Tanjunguncang.
Adapun kasus penembakan terhadap dua orang warga maupun nelayan, terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Korban diketahui bernama Tarmizi (30) dan Imar (23).
Kedua warga ini sedang melakukan penyelaman besi yang terbuang ke laut. Akibat penembakan itu, Tarmizi mengalami luka dibagian lutut dan paha sebelah kanan, sedangkan Imar mengalami luka dibagian punggung. Kedua korban telah menjalani perawatan di IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batam.
Menurutnya, sampai dengan saat ini warga yang mendatangi PT BMS masih bingung dengan prosedur pengamanan yang digunakan perusahaan tersebut. Terlebih dengan adanya insiden penembakan terhadap warga yang melakukan penyelaman di luar lokasi PT BMS.
"SOP pengamanannya seperti apa? Emang bisa asal tembak saja," katanya kesal. (*)
Editor: Roelan
