BATAMTODAY.COM, Tanjunguban - Proyek semenisasi jalan sepanjang 700
meter dengan anggaran miliaran rupiah oleh Provinsi Kepri di Perumahan
Taman Surya Indah (TSI) Desa Teluksasah, Kecamatan Serikuala Lobam,
Bintan dikeluhkan oleh warga setempat karena pengerjaan proyek belum
selesai secara keselurahan, namun sebagian sudah mulai rusak.
"Belum saja selesai secara keseluruhan sebagian jalan yang dibangun sudah mulai retak-retak. Walaupun hal tersebut diketahui oleh kontraktor, namun pihak kontraktor hanya menutupnya dengan semen alakadarnya," ungkap salah seorang warga yang namanya tidak mau disebutkan kepada BATAMTODAY.COM, di Tanjunguban, Senin (9/12/2013).
Menurutnya, warga menilai pembangunannya dilakukan terkesan asal-asalan, sehingga pembangunan belum selesai sebagian sudah mulai rusak. "Itu belum di lalui oleh kendaraan besar saja, sudah rusak dengan sendirinya. Bagaimana kalau dilalui, mungkin langsung hancur," katanya.
Salah seorang ketua RT di Perumahan TSI, Johan Catur, membenarkan adanya keluhan dari warga mengenai pembangunan semenisasi tersebut terkait masalah kualitasnya.
"Memang ada yang mengeluhkan, karena ada yang sudah mulai rusak, namun persisnya kita tidak mengetahuinya," terangnya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua RW setempat, Narso. Menurutnya masalah pekerjaan proyek semenisasi tersebut dirinya tidak mengetahui banyak. Begitu juga, saat ditanya masalah adanya keluhan warga terkait kualitas pembangunan, dia juga menyampaikan kurang mengetahuinya.
"Informasinya, pertengahan Desember ini, akan dilakukan kenduri terkait dengan sudah selesainya pekerjaan proyek tersebut. Tetapi saya tidak paham detailnya, begitu juga masalah anggaran," katanya.
Tidak hanya itu, Kepala Desa Teluksasah, Erdis Suhendri, menyebutkan dirinya tidak mengetahui secara persis mengenai proyek tersebut karena pelaksananya tidak pernah berkoordinasi dengan pihak desa.
"Yang kita tahu proyek itu anggaran dari Provinsi Kepri, namun berapa anggarannya tidak pernah mengetahui. Karena sejak pembongkaran paving blok sebelumnuya juga tidak ada koordinasi," ungkapnya.
Editor: Dodo
