BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menginstruksikan Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pertambangan Kehutanan dan Energi (KP2KE) untuk mengalihfungsikan lahan bekas pertambangan agar dapat segera direboisasi.
Menurut Lis, permintaannya itu jelas setelah adanya keputusan dari kementrian tentang penutupan sejumlah lokasi pertambangan yang ada di Indonesia, di mana Tanjungpinang terbilang paling banyak bekas lahan tambang bauksit. Karena itu, perlu diambil langkah-langkah untuk dilakukan penanaman kembali.
"Kita punya alasan jelas. Saya sudah minta Dinas KP2KE untuk memantau dan melihat sejumlah lahan bekas pertambangan bauksit yang sudah tidak beroperasi agar kita lakukan langkah-langkah penyelamatan lingkungan dengan reboisasi," kata Lis, Senin (11/11/2013).
Dia menegaskan, langkah itu sebagai upaya menyelamatkan lingkungan di Tanjungpinang yang kini sering menjadi langganan banjir, menyelamatkan lingkungan sekitar, serta hewan yang yang menggantungkan hidupnya dari sejumlah lahan yang sudah menjadi bekas pertambangan itu.
Langkah yang diambil, imbuh Lis, akan melibatkan masyarakat, pengusaha tambang, pemerintah daerah, dan pihak lainnya demi memupuk rasa silahturahmi yang dulunya sempat ada masalah atau sebagainya agar menyatu dan memiliki sama andil bersama dalam penyelamatan lingkungan. (*)
Editor: Dodo