BATAMTODAY.COM, Batam - Dekade 90-an menjadi tonggak penting perubahan
politik dunia. Setelah puluhan tahun, dunia tenggelam dalam Perang
Dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet, kondisi ini berakhir
setelah adanya perubahan politik di Negeri Bedruang Merah.
21 Agustus 1991, Pemimpin Soviet, Mikhail Gorbachev akhirnya ditahan setelah tiga hari sebelumnya dikudeta oleh kelompok garis keras komunis yang berkolaborasi dengan militer.
Laman History Channel menulis, kudeta ini tak direncanakan secara teroganisir. Para pemimpin kudeta justru menghabiskan banyak waktu bertengkar di antara mereka sendiri. Namun demikian, mereka berhasil menempatkan Gorbachev dalam tahanan rumah dan memaksa tokoh tersebut mundur.
Banyak pengamat di Barat percaya bahwa pemerintahan Presiden George Bush akan datang untuk menyelamatkan. Namun pengamat juga masih bertanya-tanya pakah Amerika Serikat harus mengalihkan dukungannya kepada Presiden Rusia Boris Yeltsin.
Dukungan terhadap Yeltsin naik tajam karena dia secara terbuka mengecam kudeta dan terorganisir pemogokan dan protes jalanan oleh orang-orang Rusia. Para pemimpin kudeta, melihat bahwa sebagian besar militer Soviet tidak mendukung aksi mereka.
Kudeta yang tak solid ini membawa penangguhan hukuman sementara kepada rezim Gorbachev. Gorbachev mengundurkan diri sebagai pemimpin Uni Soviet pada Desember 1991. Meskipun gejolak di sekelilingnya, Yeltsin terus melayani sebagai presiden yang terbesar dan paling kuat dari mantan Republik Sosialis Soviet, Rusia.
Editor: Dodo
