logo batamtoday
Selasa, 23 Juni 2026
PKP BATAM


PLP Tanjunguban Sosialisasikan Keselamatan Pelayaran, Nelayan Diingatkan Waspadai Risiko di Laut
Selasa, 23-06-2026 | 15:28 WIB | Penulis: Harjo
 
PLP Tanjunguban menggelar sosialisasi keselamatan pelayaran dan integritas bagi nelayan serta pemangku kepentingan maritim di Gedung Sarotama PLP Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Selasa (23/6/2026). (Foto: Harjo)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban menggelar sosialisasi keselamatan pelayaran dan integritas bagi nelayan serta pemangku kepentingan maritim di Gedung Sarotama PLP Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan instansi terkait, pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), nelayan, unsur TNI-Polri, serta sejumlah stakeholder yang bergerak di sektor kemaritiman.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Kesatuan Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP), Dr Triono, menekankan pentingnya pemahaman seluruh pihak terhadap faktor-faktor penyebab kecelakaan kapal guna meminimalkan risiko pelayaran.

Menurutnya, kondisi cuaca dan gelombang tinggi masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan di laut. Karena itu, pelaku pelayaran diminta selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum berlayar.

"Penyebab kecelakaan kapal sangat beragam, mulai dari faktor cuaca, gelombang tinggi, kelebihan kapasitas penumpang maupun muatan, hingga potensi kebakaran akibat instalasi kapal yang tidak sesuai standar. Semua risiko tersebut harus diantisipasi sejak awal," kata Triono.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan kapasitas kapal sesuai ketentuan. Muatan yang melebihi kapasitas dinilai dapat mengganggu keselamatan dan kenyamanan pelayaran serta meningkatkan risiko kecelakaan di laut.

Selain itu, Triono menegaskan bahwa penyedia jasa pelayaran dan pemilik kapal wajib melakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi armada yang dioperasikan. Seluruh perlengkapan keselamatan harus memenuhi standar dan sertifikasi kapal harus dipastikan masih berlaku.

"Pemilik kapal harus melakukan pemeriksaan secara berkala, memastikan alat keselamatan tersedia sesuai standar, serta menjamin awak kapal memiliki kompetensi melalui pelatihan dan uji kemampuan secara rutin," ujarnya.

Ia menambahkan, aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama pada kapal penumpang dan kapal tradisional yang beroperasi di wilayah perairan Kepulauan Riau. "Kapal penumpang maupun kapal tradisional harus memberikan informasi keselamatan kepada penumpang dan menjalin koordinasi aktif dengan instansi terkait demi mendukung pelayaran yang aman," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Triono juga mengajak seluruh unsur pemerintah, akademisi, media massa, aparat keamanan, dan masyarakat maritim untuk memperkuat sinergi dalam upaya peningkatan keselamatan pelayaran.

Menurutnya, koordinasi yang cepat dan responsif menjadi kunci dalam penanganan berbagai persoalan keselamatan di laut.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir, PLP Tanjunguban turut menyerahkan bantuan berupa jaket pelampung (life jacket) dan paket sembako kepada puluhan nelayan yang mengikuti kegiatan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala UPP Tanjunguban, Kepala PLP Tanjunguban, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bintan, Camat Seri Kuala Lobam, unsur TNI dan Polri, pengurus HNSI, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya di sektor maritim.

Melalui sosialisasi tersebut, PLP Tanjunguban berharap kesadaran terhadap pentingnya keselamatan pelayaran semakin meningkat sehingga dapat menekan angka kecelakaan laut dan menciptakan aktivitas pelayaran yang aman, tertib, dan berkelanjutan di wilayah Kepulauan Riau.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit