logo batamtoday
Selasa, 23 Juni 2026
PKP BATAM


Kritik Pelibatan Siswa dalam Aksi MBG di Batam, Romo Paschal: Anak Bukan Alat Politik
Selasa, 23-06-2026 | 12:08 WIB | Penulis: Paskalis Rianghepat
 
Sejumlah siswa sekolah dasar mengikuti aksi yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam, Senin (22/6/2026). (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Pelibatan siswa sekolah dalam aksi demonstrasi yang berkaitan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Batam menuai sorotan. Rohaniwan Katolik sekaligus aktivis kemanusiaan, Chrisanctus Paschalis Saturnus atau yang akrab disapa Romo Paschal, menilai anak-anak tidak seharusnya dilibatkan dalam aksi massa yang sarat dengan kepentingan orang dewasa.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan pada Senin (22/6/2026), Romo Paschal mengungkapkan keprihatinannya atas kehadiran anak-anak dalam demonstrasi yang mempersoalkan kebijakan publik tersebut. Menurutnya, hak menyampaikan pendapat memang merupakan bagian penting dari demokrasi, namun keterlibatan anak dalam aksi unjuk rasa harus menjadi perhatian serius.

"Saya sangat prihatin melihat anak-anak dibawa ke dalam aksi demonstrasi yang sarat dengan kepentingan orang dewasa. Anak bukan alat politik, bukan tameng, dan bukan instrumen untuk memperkuat tekanan dalam sebuah aksi," ujar Romo Paschal.

Ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi tidak boleh mengesampingkan prinsip perlindungan anak. Dalam pandangannya, anak harus diposisikan sebagai pihak yang dilindungi, bukan dijadikan bagian dari strategi untuk memperkuat tuntutan atau tekanan terhadap pihak tertentu.

Menurut Romo Paschal, tanggung jawab menjaga anak dari potensi eksploitasi tidak hanya berada pada orang tua, tetapi juga menjadi kewajiban bersama yang melibatkan koordinator aksi, pemerintah, serta aparat penegak hukum. "Pendidikan dan kesejahteraan anak harus diperjuangkan dengan cara-cara yang tetap melindungi martabat mereka," katanya.

Lebih lanjut, ia menilai perbedaan pandangan terkait kebijakan publik, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, seharusnya diselesaikan melalui mekanisme dialog yang konstruktif dan rasional tanpa melibatkan anak-anak dalam pusaran konflik kepentingan.

"Mari kita selesaikan melalui dialog yang dewasa, argumentasi yang rasional, dan cara-cara yang beradab. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memenangkan sebuah tuntutan," tegasnya.

Romo Paschal juga mengingatkan bahwa kualitas suatu bangsa dapat diukur dari cara bangsa tersebut memperlakukan generasi mudanya. Karena itu, pelibatan anak dalam konflik atau kepentingan orang dewasa dinilai sebagai persoalan yang perlu menjadi bahan refleksi bersama.

"Peradaban sebuah bangsa diukur dari bagaimana ia memperlakukan anak-anaknya. Ketika anak mulai dijadikan alat dalam konflik orang dewasa, kita sedang gagal menjaga masa depan bangsa," ujarnya.

Ia berharap seluruh pihak dapat lebih mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak dalam setiap aktivitas sosial maupun politik, sehingga hak-hak mereka tetap terlindungi dan tumbuh kembang anak tidak terganggu oleh persoalan yang berada di luar tanggung jawab mereka.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit