BATAMTODAY.COM, Bintan - Fasilitas umum (Fasum) Lapangan Relif Antam yang sudah tertata rapi dan menjadi salah satu ikon Bintan Timur. Juga selama ini menjadi salah satu pusat kegiatan masyarakat, baik berupa kegiatan olahraga, kegiatan sekolah, Ormas hingga lainnya. Sejak hadirnya Carnival Pandawa atau pasar malam di awal bulan Mei ini, membuat sebagian warga bingung untuk beraktivitas di lokasi terebut.
"Biasanya Lapangan Relif Antam, menjadi pusat berbagai kegiatan masyarakat, baik olqhraga dan lainnya. Nqmun dengan durasi yang tidak terlalu lama, kalau terlalu lama jelas ini jadi mengganggu aktivitas lainnya," ujar salah seorang warga Kijang Kota, yqng minta nqmqnyq tidak ingin diberitakan, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, warga bukan melarang adanya keramain atau kegiatan ekonomi, namun harus mempertimbangkan kegiatan warga lainnya. Apalagi lahan yang biasanya digunakan warga untuk berbagai kegiatan malah jadi tempqt parkir kendaraan, pastinya hal tersebut akan memberikan dampak kurang baik untuk areal tersebut.
"Ini belum bicara terkait pendapatan, baik pengelola pasar, parkir dan pengelolaan sampah. Karena terbukti baru tiga malam, sampah sudah berserakan," tambahnya.
Peran serta pemerinrah, sebelum memberikan ijin seharusnya melihat dampak dari kegiatan tersebut, sehingga tidak menimbulkan hal yang negatif di tengah masyarakat. Apalagi terkait adanya perputaran ekonomi dan pendapatan untuk pengelola dan daerah.
Sementara itu Lurah Kijang Kota, Daniel Pardomuan Hasibuan, saat dikonfirmasi terkait aktivitas pasar malam tersebut melalui pesan singkat WA, mengatakan untuk kegiatan Pasar Malam dan terkait penggunaan Lapangan Relief Kewenangannya ada di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Perparkiran oleh Dishub Bintan, begitu juga untk izin keramaian oleh Kepolisian.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Bintan, Insqn Amin, membenarkan adanya kegiatan pengelolaan parkir di areal pqsar malam di Relif Antam Kijang. Adapun besaran parkir yang diambil oleh Dishub Bintan sebesar Rp 200 ribu permalamnya secara global.
"Rp 200 ribu permalam parkir bersifat Insidentil. Kalau masalah sampah wewenang dari DLH," katanya.
Sementara itu Kepala.DLH Bintan Niken Wulandari dan Indra Gunawan selaku Camat Bintan Timur, yang diminta informasi terkait kegiatan pasar malam tersebut, hingga berita ini di buat belum memberikan jawaban.
Editor: Yudha
