BATAMTODAY.COM, Karimun - Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan ESDM (Diskopp ESDM) Kabupaten Karimun memastikan distribusi gas LPG 3 kilogram di Kecamatan Moro telah kembali normal setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan pasokan.
Kepala Diskopp ESDM Kabupaten Karimun, Basori, membenarkan bahwa kelangkaan gas subsidi tersebut terjadi akibat keterlambatan transportasi kapal pengangkut dari Tanjungbalai Karimun.
"Beberapa waktu lalu memang sempat terjadi keterlambatan distribusi. Namun kami sudah melakukan rapat koordinasi bersama pihak Pertamina, agen, dan para camat. Alhamdulillah, saat ini persoalan LPG 3 kg di Moro sudah teratasi dan tidak ada kendala," ujar Basori, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, pasokan LPG 3 kg untuk wilayah Moro bergantung pada distribusi dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Tanjungbalai Karimun. Karena pengiriman menggunakan jalur laut, keterlambatan kapal menjadi faktor utama terganggunya ketersediaan gas di wilayah tersebut.
Menurutnya, kondisi tersebut bersifat teknis dan bukan disebabkan oleh kekurangan stok di tingkat distribusi utama.
Basori juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Ia memastikan stok LPG subsidi saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga. "Kami minta masyarakat tetap tenang. Ketersediaan LPG 3 kg cukup dan distribusi sudah kembali lancar," tegasnya.
Sebelumnya, warga Kecamatan Moro sempat mengalami kesulitan mendapatkan gas LPG 3 kilogram akibat keterlambatan pasokan dari Tanjungbalai Karimun. Kondisi ini sempat menyebabkan kekosongan stok di tingkat agen maupun pangkalan. Namun, setelah dilakukan koordinasi lintas pihak, distribusi kini kembali berjalan normal.
Editor: Gokli
