logo batamtoday
Kamis, 30 April 2026
PKP BATAM


Pembangunan Tak Cukup Fisik, Amsakar Tekankan UMKM dan SDM Jadi Prioritas Utama di Batam
Sabtu, 11-04-2026 | 11:28 WIB | Penulis: Aldy
 
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, usai membuka Bazar PKK Kota Batam dalam rangka MTQH XXXIV di Dataran Engku Putri, Jumat (10/4/2026). (Foto: Aldy)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga harus menyentuh peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pernyataan tersebut disampaikan Amsakar saat memberikan arahan kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim, dalam pembukaan Bazar PKK Kota Batam pada rangkaian MTQH XXXIV di Dataran Engku Putri, Jumat (10/4/2026).

Menurut Amsakar, pembangunan memiliki tiga hakikat utama, yaitu menghadirkan sesuatu yang sebelumnya belum ada, meningkatkan yang sudah tersedia, serta memberdayakan masyarakat agar mampu berkembang secara mandiri. "Pembangunan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas. Jika sebelumnya hanya ada dua sekolah dasar, maka ke depan harus ditingkatkan menjadi empat. Itu bagian dari peningkatan," ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa fokus utama pembangunan saat ini harus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat. Pemerintah, kata dia, harus membuka akses dan peluang bagi kelompok yang masih tertinggal, termasuk masyarakat yang belum memperoleh pendidikan layak, belum memiliki pekerjaan, dan masih berada di bawah garis kemiskinan.

Dalam konteks tersebut, UMKM dinilai menjadi sektor strategis yang harus terus didorong agar berkembang dan naik kelas. "Agenda kita hari ini adalah bagaimana memberdayakan UMKM di Batam, membuka ruang yang lebih luas agar pelaku usaha dapat meningkatkan aktivitas ekonominya," kata Amsakar.

Ia juga mengingatkan agar pelaksanaan bazar UMKM dalam MTQH tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial. Amsakar meminta adanya evaluasi berkelanjutan yang terukur, mencakup tingkat transaksi, peningkatan omzet, hingga kualitas produk.

"Setiap kegiatan harus memiliki data yang jelas agar dampaknya dapat diukur secara objektif. Tanpa evaluasi, kegiatan hanya akan menjadi rutinitas tanpa hasil yang signifikan," tegasnya.

Amsakar turut menyoroti fenomena bazar yang ramai saat pembukaan, tetapi cenderung sepi pada hari-hari berikutnya. Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius agar kegiatan benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku UMKM.

"Jangan sampai hanya ramai di awal, setelah itu sepi. Ini harus menjadi perhatian agar kegiatan benar-benar berdampak," ujarnya.

Lebih lanjut, Amsakar mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Batam tengah melakukan transformasi paradigma pembangunan, dari yang sebelumnya berfokus pada infrastruktur menuju penguatan pemberdayaan masyarakat.

Sejumlah program telah dijalankan, antara lain bantuan bagi lanjut usia, pemberian seragam sekolah gratis, serta beasiswa bagi mahasiswa berprestasi. Program tersebut juga menyasar anak-anak dari wilayah hinterland dan keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Menurutnya, hasil dari program pemberdayaan memang tidak dapat dirasakan secara instan. Dibutuhkan proses panjang hingga manfaatnya benar-benar terlihat, terutama dalam peningkatan kualitas SDM.

"Pemberdayaan ini tidak langsung terlihat hasilnya, tetapi dalam jangka panjang akan menentukan kualitas sumber daya manusia kita," kata Amsakar.

Ia menambahkan, masa depan UMKM, dunia kerja, dan pembangunan daerah sangat bergantung pada kemampuan dalam mengelola serta meningkatkan kualitas SDM sejak dini. "Ke depan, kesejahteraan masyarakat ditentukan oleh kemampuan kita dalam memberdayakan potensi yang ada, terutama melalui penguatan UMKM yang terhubung dengan peningkatan kualitas SDM," pungkasnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit