BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan bazar UMKM tidak cukup diukur dari banyaknya kegiatan yang digelar. Ia menilai, indikator utama harus mencerminkan dampak nyata, seperti peningkatan omzet, pertumbuhan jumlah peserta, serta kualitas produk yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan Amsakar saat membuka Bazar PKK Kota Batam dalam rangka MTQH XXXIV di Dataran Engku Putri, Jumat (10/4/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga meminta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Batam, Salim, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan bazar.
"Harus ada evaluasi dari waktu ke waktu. Jangan sekadar menjadi kegiatan seremonial tanpa dampak terhadap transaksi, pendapatan, dan kualitas produk UMKM," kata Amsakar.
Ia menegaskan, pendekatan kuantitas semata tidak lagi relevan dalam menilai keberhasilan kegiatan. Menurutnya, peningkatan omzet pelaku usaha, bertambahnya jumlah peserta, serta perbaikan mutu produk harus menjadi tolok ukur utama.
Amsakar juga mengkritisi pelaksanaan bazar yang tidak menunjukkan perkembangan signifikan. "Jika kegiatan hanya berjalan biasa tanpa peningkatan, tidak perlu dilanjutkan karena hanya menghabiskan anggaran. Lebih baik dana tersebut dialihkan untuk pelatihan," ujarnya.
Meski demikian, ia menilai bazar tetap memiliki peran penting apabila mampu menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten. "Jika dari waktu ke waktu ada peningkatan, maka kegiatan ini harus dikemas lebih baik agar grafiknya terus naik," tambahnya.
Lebih lanjut, Amsakar menekankan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian yang terbukti tangguh, terutama dalam menghadapi krisis. Selain itu, sektor ini juga berkontribusi besar dalam menyerap tenaga kerja dan menekan angka pengangguran.
Pemerintah Kota Batam, lanjutnya, terus mendorong UMKM agar naik kelas melalui berbagai strategi, seperti peningkatan kapasitas manajemen usaha, penguatan kemasan produk, kemudahan perizinan melalui Nomor Induk Berusaha (NIB), serta sertifikasi BPOM dan halal.
Selain itu, Pemko Batam juga menyediakan dukungan permodalan hingga Rp 20 juta tanpa bunga serta mendorong pemanfaatan teknologi informasi untuk memperluas pasar. "Jika teknologi dimanfaatkan secara optimal, pertumbuhannya dapat melampaui ekspektasi konvensional," ujar Amsakar.
Ia menegaskan bahwa setiap program pemerintah harus berorientasi pada hasil yang terukur. Evaluasi berkala dinilai penting untuk memastikan kegiatan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. "Ke depan, kita dorong pergeseran paradigma pembangunan ke arah pemberdayaan masyarakat agar lebih optimal, termasuk melalui penguatan UMKM," tutupnya.
Editor: Gokli
