BATAMTODAY.COM, Batam - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau menggandeng Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri untuk memperkuat literasi keuangan keluarga sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting.
Kepala OJK Kepri, Sinar Danandjaya, mengatakan kolaborasi tersebut bertujuan mengintegrasikan edukasi keuangan dengan program ketahanan keluarga. "Penguatan literasi keuangan penting untuk mendukung ketahanan ekonomi keluarga, yang juga berdampak pada pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting," ujar Sinar usai pertemuan dengan Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina, di Batam, Rabu (8/4/2026).
Menurut Sinar, peran BKKBN dalam pembinaan keluarga turut berkontribusi terhadap kondisi keuangan masyarakat. Hal ini tercermin dari penurunan rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) bank umum di Kepri menjadi 2,34 persen pada Desember 2025, dari 2,84 persen pada tahun sebelumnya.
"Perbaikan rasio kredit bermasalah menunjukkan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memenuhi kewajiban keuangannya semakin baik. Ini tidak lepas dari penguatan ketahanan keluarga yang terus didorong," katanya.
Sebagai bentuk dukungan, OJK menyerahkan buku literasi keuangan seri Perencanaan Keuangan Keluarga kepada BKKBN. Materi tersebut akan dimanfaatkan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.
Selain itu, sinergi kedua lembaga juga menyasar pemberdayaan ekonomi melalui kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). OJK mendorong kelompok tersebut agar dapat mengakses layanan keuangan formal serta memperoleh pelatihan pengelolaan usaha.
Sementara itu, Rohina menyambut positif kerja sama tersebut dan menegaskan kesiapan pihaknya untuk menyelaraskan program dengan OJK. "Kami siap bersinergi untuk mendorong keluarga yang mandiri secara finansial dan sejahtera," ujarnya.
Sinar menambahkan, penguatan ekonomi harus dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan. "Melalui kolaborasi ini, kami ingin membangun ketahanan keuangan keluarga agar melahirkan generasi yang sehat dan bebas stunting," tutupnya.
Editor: Gokli
