BATAMTODAY.COM, Jakarta - Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu (SPPI Bersatu) mengingatkan para pekerja pelabuhan di seluruh Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika geopolitik global yang berpotensi memengaruhi stabilitas rantai pasok internasional serta aktivitas logistik nasional.
Ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di kawasan Timur Tengah, termasuk potensi gangguan pada jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, dinilai dapat berdampak pada kenaikan harga minyak dunia dan meningkatnya biaya operasional perusahaan pelayaran internasional.
Ketua Umum SPPI Bersatu, Dodi Nurdiana, mengatakan situasi tersebut berpotensi memberikan dampak tidak langsung terhadap operasional pelabuhan di Indonesia, terutama pada aktivitas bongkar muat di terminal yang melayani perdagangan internasional.
"Ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga minyak global yang berdampak pada biaya operasional pelayaran. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi arus perdagangan internasional serta aktivitas pelabuhan yang melayani kegiatan impor dan ekspor," ujar Dodi dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).
Menurutnya, sejumlah perusahaan pelayaran internasional juga mulai melakukan penyesuaian rute pelayaran di kawasan Timur Tengah. Perubahan tersebut berpotensi menyebabkan keterlambatan kedatangan kapal hingga meningkatnya kepadatan di sejumlah pelabuhan internasional, termasuk pelabuhan yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).
"Jika jadwal pelayaran terganggu, potensi penumpukan kapal di pelabuhan juga bisa terjadi. Karena itu, efisiensi operasional pelabuhan menjadi faktor penting untuk menjaga kelancaran arus logistik sekaligus mempertahankan daya saing ekonomi nasional," jelasnya.
Dodi menambahkan, meskipun perdagangan domestik relatif stabil, dampak tidak langsung dari konflik global terhadap harga energi, inflasi, serta rantai pasok internasional tetap perlu diantisipasi.
"Dampaknya memang tidak langsung, tetapi tetap harus diwaspadai. Gangguan pada rantai pasok global dapat memengaruhi lalu lintas kontainer serta efisiensi operasional pelabuhan jika tidak diantisipasi dengan baik," katanya.
Dalam situasi tersebut, SPPI Bersatu mengajak seluruh pekerja di lingkungan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk terus menjaga profesionalisme serta memperkuat komitmen dalam memastikan operasional pelabuhan tetap berjalan lancar sebagai gerbang utama perekonomian nasional.
Selain menghadapi dinamika global, para pekerja pelabuhan juga diimbau tetap siaga menjelang Hari Raya Idulfitri, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional.
“Kami mengajak seluruh pekerja pelabuhan untuk tetap siaga dan bekerja secara profesional dalam menyukseskan pelayanan arus mudik Lebaran di berbagai pelabuhan di Indonesia. Kelancaran mobilitas masyarakat serta distribusi logistik nasional menjadi tanggung jawab bersama," ujar Dodi.
SPPI Bersatu juga menegaskan pentingnya menjaga distribusi barang-barang strategis, seperti kebutuhan pokok, bahan bakar minyak, serta berbagai komoditas penting lainnya di tengah dinamika ekonomi global.
Di sisi lain, organisasi pekerja tersebut juga menyatakan dukungan terhadap berbagai program strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan logistik nasional, termasuk transformasi sektor kepelabuhanan, digitalisasi layanan pelabuhan, serta peningkatan efisiensi operasional yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat di berbagai terminal.
"Kami juga mengajak seluruh pengurus dan anggota serikat pekerja untuk tetap berada di garis terdepan dalam mengawal kebijakan yang bertujuan memperkuat kinerja perusahaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja," tuturnya.
Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, SPPI Bersatu turut mengimbau seluruh pekerja pelabuhan agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu negatif yang berpotensi mengganggu stabilitas industri kepelabuhanan nasional.
"Solidaritas, profesionalisme, dan komitmen menjaga marwah dunia kepelabuhanan Indonesia harus tetap menjadi pegangan bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global," tutup Dodi.
Editor: Gokli
