BATAMTODAY.COM, Batam - Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri menggelar riset strategis di Markas Polda Kepulauan Riau guna memperkuat penanganan konflik sosial serta mendukung ketahanan pangan nasional. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Polda Kepri, Senin (2/3/2026).
Penelitian ini mengusung dua fokus utama, yakni optimalisasi penggunaan Alat Material Khusus (Almatsus) Pengendalian Massa (Dalmas) dalam menghadapi potensi unjuk rasa anarkis serta penguatan peran Polri dalam mendukung swasembada pangan sesuai peta jalan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Ketua Tim Peneliti Puslitbang Polri, Guno Pitoyo, menegaskan bahwa kesiapan peralatan teknis di lapangan harus dibarengi dengan pendekatan yang humanis. "Penggunaan helm, tameng, hingga kendaraan taktis seperti water cannon dan armoured personnel carrier harus selaras dengan pendekatan persuasif serta menjunjung tinggi hak asasi manusia," ujar Guno.
Dalam riset tersebut, Puslitbang Polri turut melibatkan akademisi dari Universitas Indonesia, yakni Suryadi, sebagai narasumber ahli untuk memperkaya analisis dan rekomendasi kebijakan.
Peran Polri dalam Ketahanan Pangan
Selain aspek pengamanan, penelitian ini juga mengkaji transformasi peran Polri sebagai fasilitator ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik kepulauan dan perbatasan.
Polri didorong untuk berperan aktif dalam pemanfaatan pekarangan bergizi, optimalisasi lahan produktif, serta pengawasan distribusi pangan agar tetap stabil. Salah satu langkah konkret yang menjadi sorotan ialah rekrutmen Bintara Kompetensi Khusus (Bakomsus) Pertanian guna mendampingi kelompok tani di wilayah perbatasan.
Mewakili Kapolda Kepri, Andy Pramudya Wardana menyambut baik pelaksanaan riset tersebut. Ia menilai hasil penelitian akan menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan di tingkat daerah maupun nasional.
"Penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi konkret guna meningkatkan efektivitas penggunaan Almatsus Dalmas serta mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di wilayah hukum Polda Kepri, terutama dalam menjaga stabilitas wilayah produksi dan distribusi pangan," kata Andy.
Jadi Rujukan Kebijakan Nasional
Metode penelitian dilakukan secara komprehensif melalui pengisian kuesioner daring dan wawancara mendalam terhadap responden internal, mulai dari Direktorat Samapta, bagian logistik, hingga staf pimpinan Polda Kepri.
Hasil riset ini nantinya akan menjadi rujukan bagi Mabes Polri dalam menentukan arah kebijakan terkait sarana prasarana pengendalian massa serta strategi pelibatan personel dalam program strategis pemerintah, termasuk penguatan ketahanan pangan nasional.
Editor: Gokli
