logo batamtoday
Kamis, 14 Mei 2026
PKP BATAM


Warisan Budaya Tak Benda Indonesia
Kenduri Merohom Bukit Batu, Tradisi Leluhur yang Tetap Terjaga di Bintan
Sabtu, 17-01-2026 | 09:28 WIB | Penulis: Harjo
 
Kenduri Merohom, yang juga dikenal sebagai Marhom atau Marhum, di kompleks Makam Marhum Bukit Batu --kawasan pemakaman keluarga Kerajaan Bentan atau yang kini dikenal sebagai Bintan. (Foto: Harjo/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Kompleks Makam Marhum Bukit Batu merupakan kawasan pemakaman keluarga Kerajaan Bentan atau yang kini dikenal sebagai Bintan. Di lokasi ini, masyarakat setempat masih menjaga sebuah tradisi ziarah tahunan bernama Kenduri Merohom, yang juga dikenal sebagai Marhom atau Marhum, dan rutin dilaksanakan setiap 27 Rajab.

Dalam pelaksanaan tradisi tersebut, warga datang membawa nasi kuning, telur, serta bunga berwarna-warni yang dalam budaya Melayu disebut Bunge Telo atau bunga telur. Jumlah telur yang dibawa harus ganjil, seperti lima, sembilan, atau sebelas butir, yang mencerminkan nilai-nilai Islam sebagai dasar dari tradisi ini.

Kenduri Merohom, yang juga dikenal sebagai Marhom atau Marhum, di kompleks Makam Marhum Bukit Batu --kawasan pemakaman keluarga Kerajaan Bentan atau yang kini dikenal sebagai Bintan. (Foto: Harjo/BTD)

Di dalam kompleks makam tersebut terdapat enam makam tokoh, yakni Budayana, Wan Pok (Wan Empuk), Wan Malani, Wan Sri Beni, Tok Telani, serta Tok Hile atau Tok Kelaun. Keberadaan kompleks makam beserta tradisinya hingga kini terus dirawat oleh masyarakat sekitar, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bintan melalui upaya pemugaran.

Berkat komitmen pelestarian tersebut, Kenduri Merohom Bukit Batu resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTB) oleh Menteri Kebudayaan RI pada 15 Desember 2025.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, menyampaikan rasa syukur atas pengakuan tersebut. Menurutnya, tradisi Kenduri Merohom sarat akan nilai sejarah serta mengandung norma-norma luhur budaya Melayu yang patut diwariskan kepada generasi mendatang.

Kenduri Merohom, yang juga dikenal sebagai Marhom atau Marhum, di kompleks Makam Marhum Bukit Batu --kawasan pemakaman keluarga Kerajaan Bentan atau yang kini dikenal sebagai Bintan. (Foto: Harjo/BTD)

"Pengakuan ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya ini agar tidak tergerus zaman," ujarnya saat menghadiri Kenduri Merohom Bukit Batu di Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Jumat (16/1/2026).

Ratusan warga tampak memadati area makam dan mengikuti rangkaian doa bersama yang dipimpin Ketua Kampung. Para peziarah tidak hanya berasal dari wilayah Bukit Batu, tetapi juga datang dari daerah lain seperti Tanjungpinang dan Batam.

Selain sebagai upaya menjaga kearifan lokal, Kenduri Merohom Bukit Batu juga diharapkan mampu menjadi daya tarik wisata, khususnya di sektor wisata budaya dan religi. Hal ini semakin menegaskan potensi pariwisata Bintan yang kaya, mulai dari keindahan alam, adat istiadat, kuliner, hingga sejarah.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit