BATAMTODAY.COM, Jakarta - Piala Soeratin Putaran Nasional 2025 resmi dimulai serentak di tiga kota besar, yakni Yogyakarta untuk U-13, Malang untuk U-15, dan Surakarta untuk U-17. Sebanyak 103 tim muda dari seluruh Indonesia siap unjuk gigi demi merebut gelar juara sekaligus membuktikan kualitas pembinaan sepak bola usia dini Tanah Air.
Turnamen tahunan antarprovinsi ini berlangsung sepanjang September 2025, terbagi dalam tiga kelompok usia: U-13 dengan 35 tim, U-15 dengan 34 tim, dan U-17 dengan 34 tim. Seluruh pertandingan dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube PSSI.
Untuk kategori U-13, kompetisi dimulai 115 September di Yogyakarta. Laga pembuka mempertemukan SSB Imam Bonjol (Sumatera Barat) kontra Tunas Meranti FC (Riau), dilanjutkan duel Mataram Utama FC (DIY) melawan SSB Mitra Manakara (Sulawesi Barat). Final akan digelar di Stadion Mandala Krida, 15 September.
Kategori U-15 resmi bergulir di Malang pada 216 September. Pertandingan perdana menghadirkan Maluku FC (Maluku) melawan Josal FC Piaman (Sumatera Barat), serta Belitong FC (Bangka Belitung) melawan BMP Flores Timur (NTT). Babak final akan dimainkan di Stadion Gajayana, 16 September.
Sementara kategori U-17 berlangsung di Surakarta pada 317 September. Laga pembuka mempertemukan WAAMANAT Bhintuka FC (Jawa Barat) kontra KCT FC (Kepulauan Riau), serta Persikota Tangerang (Banten) melawan PS Porkap (Bangka Belitung). Final dijadwalkan di Stadion Sriwedari, 17 September.
Setiap kelompok usia terbagi ke dalam delapan grup. Juara grup dan runner-up terbaik berhak melaju ke fase gugur mulai babak 16 besar.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sebelumnya menegaskan pentingnya Piala Soeratin sebagai kawah candradimuka pemain muda. "Piala Soeratin adalah pondasi pembinaan sepak bola Indonesia. Dari sini lahir calon-calon bintang yang kelak mengharumkan nama bangsa di level internasional," ujarnya.
Dengan format yang lebih kompetitif serta cakupan tim yang lebih luas, Piala Soeratin Putaran Nasional 2025 diharapkan menjadi barometer pembinaan sepak bola muda sekaligus panggung unjuk bakat generasi penerus Garuda.
Editor: Gokli
