BATAMTODAY.COM, Jakarta-Pegiat Pendidikan Ekonomi Kreatif (PPEKRAF) bersinergi dengan Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Nasional (DNIKS) guna mendorong kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Berdasarkan data Kementerian Ekraf, hingga 2024 bahwa sektor ekonomi kreatif memberikan kontribusi nilai tambah sebesar 119 persen, dari awalnya Rp700 triliun pada 2013 naik menjadi Rp1.532 triliun pada 2024.
"Produk-produk dari anggota PPEKRAF yang ikut tampil pada acara ini bagian yang mendorong kesejahteraan masyarakat. Ada produk sepatu hasil kerajinan, lalu assesori dan perhiasan dan lain-lainnya," kata Ketua Umum PPEKRAF, Tengku Nurliyana Habsjah Sapuan yang didamping Sekjen PPEKRAF, Anisa Rahmawati dalam acara Dirgahayu Republik Indonesia bersama PPEKRAF, di House of 89, Jakarta, Sabtu (23/8/2025).
Kegiatan bertema 'Semoga Indonesia Semakin Maju dan Sejahtera. Mari Kita Gemakan, Tingkatkan dan Kuatkan Identikan Bangsa dengan Produk yang Kreatif, Inovatif dan Kompetensi' ini dimulai dari kelas tari anak-anak yang selama ini menjadi binaan PPEKRAF.
Gema Kemerdekaan ini sekaligus menyambut Hari Anak Nasional (HAN), serta bhakti sosial dengan memberikan santunan kepada anak-anak yatim.
Hadir pula Pengurus Kowani, Etty Pratiknyowati dan Ketua DNIKS A Eko Cahyono, serta Ketua Dewan Pengawas PPEKRAF, H. Dr. Sapuan SE.MM. Ak. CA. CPA.CFI.
"Kita optimis industri Ekraf ini banyak menyerap tenaga kerja, sehingga ikut membantu menaikkan ekonomi keluarga," ujar Liya-sapaan akrabnya.
Lebih jauh kata Liya, kegiatan PPEKRAF tidak sebatas memproduksi barang kerajinan, fashion, kuliner, namun juga membuat produk digital gaya Gen Z.
"Kita juga melatih anak-anak muda untuk memproduksi video, animasi, dan konten digital lainnya," paparnya yang juga menjabat Ketua DNIKS.
Kandidat Doktor Universitas Negeri Jakarta itu menjelaskan bahwa produk sektor ekonomi kreatif lebih banyak mengandalkan pemanfaatan ide, kreativitas, dan keterampilan individu atau kelompok, dengan nilai tambah yang dihasilkan dari kekayaan intelektual.
"Karena itulah kita banyak menggaet anak-anak muda yang sudak dengan tantangan. Apalagi pertumbuhan ekonomi kreatif menunjukkan angka yang cukup signifikan sejak 2013 hingga 2024," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DNIKS Agus Eko Cahyono mengapresiasi langkah PPEKRAF yang selalu inovatif dalam membuat kegiatan yang banyak menampilkan produk-produk unggulan dan bekerjasama dengan UMKM lokal.
"Inilah kelebihan PPEKRAF yang tidak melupakan UMKM lokal, karena menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif," ujarnya.
DNIKS, Lanjut Eko, tentu mendukung langkah-langkah PPEKRAF dalam memajukan sektor ekonomi kreatif. Apalagi mayoritas pelaku ekonomi kreatif adalah kaum perempuan.
"Peran perempuan dalam membangun ekonomi keluarga dan kesjehateraan sosial tidak bisa lagi dipandang sebelah mata," tuturnya.
Pengurus Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Etty Pratiknyowati mendorong keberadaan PPEKRAF yang sangat aktif memajukan kaum perempuan, bahkan PPEKRAF telah menjadi anggota ke 115 dari KOWANI.
"Ada sekitar 100 juta perempuan yang menjadi anggota Kowani saat ini, dan ini sangat potensial untuk pemberdayaan ekonomi," pungkasnya.
Editor: Surya
