logo batamtoday
Jum'at, 04 April 2025
BATAM TODAY


Presiden Prabowo dan Wapres Gibran Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal
Spirit Kemabruran Ramadan dapat Membawa Indonesia Maju dan Sejahtera
Senin, 31-03-2025 | 12:44 WIB | Penulis: Redaksi
 
Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Senin (31/3/2025). (Kemenag)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Prof Ahmad Tholabi Kharlie, menekankan kemabruran ibadah puasa dapat menjadi pendorong kemajuan dan kesejahteraan Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam khutbah Salat Idulfitri tingkat kenegaraan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Senin (31/3/2025).

Menurut Tholabi, puasa yang mabrur tidak hanya membentuk individu yang saleh, tetapi juga membawa dampak positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

"Harapan untuk mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang makmur dan diberkahi, harus diperjuangkan secara kontinu, konsisten, dan bersungguh-sungguh dengan semangat menghadirkan kebaikan bersama," ujarnya, demikian dikutip laman Kemenag.

Sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta, Tholabi menjelaskan bahwa Ramadan mengajarkan keseimbangan antara dimensi personal dan sosial. Puasa, menurutnya, membentuk pribadi yang menghargai proses penempaan diri, serta menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya instrumen sosial dalam Islam seperti zakat, infak, dan sedekah yang berkontribusi terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi. "Kedermawanan dalam Islam menekankan semangat kebersamaan, gotong royong, dan keberpihakan kepada yang membutuhkan," katanya.

Tholabi juga mengaitkan nilai-nilai Ramadan dengan cita-cita pendiri bangsa dalam membangun kesejahteraan umum. Menurutnya, prinsip-prinsip ini selaras dengan sila kedua Pancasila, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Selain itu, berbagai amaliah Ramadan seperti tadarus, buka puasa bersama, dan salat tarawih berjamaah, menurutnya, mengajarkan pentingnya kohesivitas dalam masyarakat. "Kohesivitas bukan sekadar kata-kata, tetapi harus diupayakan dengan sungguh-sungguh," tegasnya.

Dalam membangun Indonesia, Tholabi menekankan bahwa persatuan dan kebersamaan merupakan kunci utama. "Persatuan dibangun melalui dialog dan pencarian titik temu untuk mewujudkan kemajuan bangsa," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa makna Idulfitri yang sejati tercermin dalam perilaku dan interaksi sosial individu. "Spirit kemabruran puasa harus menjadi pemandu dalam membangun relasi di ruang privat maupun publik," tandasnya.

Tholabi menutup khutbahnya dengan harapan agar spirit Ramadan terus menerangi Indonesia. "Dengan ikhtiar dan perjuangan bersama, kita dapat mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera dalam naungan ridha Allah," katanya.

Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal dihadiri Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Agama Nasaruddin Umar, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, serta duta besar negara sahabat.

Sejak salat Subuh, masyarakat sudah memadati area masjid untuk melaksanakan ibadah bersama para pemimpin negara. Salat Idulfitri dimulai pukul 06.30 WIB dengan jumlah dua rakaat, di mana rakaat pertama diawali dengan tujuh takbir dan rakaat kedua dengan lima takbir. Cuaca di sekitar Masjid Istiqlal terpantau sejuk dengan suhu mencapai 26 derajat Celsius.

Perayaan Idulfitri di Masjid Istiqlal ini berlangsung khidmat, menjadi momen refleksi dan kebersamaan umat Islam dalam merayakan kemenangan setelah sebulan menjalankan ibadah puasa.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2025 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit