BATAMTODAY.COM, Karimun - Pemadaman listrik yang hampir terjadi setiap harinya di Pulau Kundur membuat masyarakat resah.
Dina, seorang warga Kundur Kelurahan Tanjungberlian, Kecamatan Kundur Utara mengatakan pemadaman listrik di tempat mereka tidak menentu.
"Intinya listrik setiap hari mati. Kadang sebentar kadang lama, kadang mati sekejap, lalu hidup lagi," kata Dina, Senin (3/9/2018).
Senada juga disampaikan warga Tanjungberlian Ham, dimana ia bersama warga lainnya sangat menyayangkan kondisi pemadaman listrik di tempatnya. Sebab menurut dia, jika hal tersebut terus terjadi akan mengakibatkan peralatan elektronik rusak.
"Barang kita lama-lama bisa rusak, kita bayar listrik juga mahal," katanya singkat.
Sementara itu, Manager PLN Rayon Tanjungbatu, Dedi Wirza membantah adanya pemadaman setiap hari, dia menyebutkan terkadang memang ada pemadaman.
"Kita surplus, tidak ada pemadaman bergilir. Pemadaman yang terjadi hanya karena faktor cuaca ataupun terputusnya jaringan akibat tertimpa pohon. Seperti tadi di arah Perayun jaringan terkena pohon," katanya.
Dia menjelaskan untuk jaringan listrik di wilayah Kundur masih banyak yang melewati pohon-pohon tinggi. Sehingga hal ini sulit untuk diatasi, pasalnya masyarakat tidak mau merelakan pohon miliknya ditebang.
"Berbeda di pulau Karimun, jaringan banyak melewati ruko-ruko. Kalau di kita masih banyak yang dekat pohon. Sementara kita tidak memiliki anggaran untuk mengganti pohon milik warga," jelas Dedi.
Pihak PLN terus berupaya mengatasi permasalahan jaring PLN Rayon Tanjungbatu, seperti halnya mengganti kabel listrik sepanjang 5,2 km yang tersebar dititik rawan pulau Kundur. Dan pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan Kecamatan di pulau Kundur terkait pohon-pohon milik warga yang dapat mengganggu jaringan listrik.
Editor: Yudha
