BATAM, batamtoday - Pertamina dan pemerintah kota menilai kelangkaan BBM yang terjadi di Kota Batam beberapa hari terakhir akibat dari pembelian besar-besaran (rush/panic buying) yang dilakukan oleh masyarakat.
"Fenomena yang terjadi di SPBU belakangan ini mengarah kepada adanya rush atau panic buying," ujar I Ketut Permadi, Manager Sales Area Pertamina Kepri dalam temu pers di Kantor Pemko Batam hari ini, Senin (12/12/2011).
Kesimpulan itu berdasarkan dari data tren kenaikan penyaluran BBM selama setahun terakhir.
Pada Januari 2011, katanya, Pertamina menyalurkan BBM jenis Premium rata-rata per hari sebanyak 602 kilo liter, di bulan Februari sebanyak 673 kilo liter dan tertinggi
di bulan Agustus sebanyak 617 kilo liter.
Dan pada Sabtu (10/12/2011) lalu Pertamina menyuplai Premium dari Depot Kabil ke SPBU sebanyak 642 kilo liter, namun tetap terjadi ledakan permintaan.
Begitupun jenis Pertamax Plus. Dimana selama ini rata-rata penyaluran sebanyak sekitar 40 kilo liter per hari, tetapi pada Sabtu pekan kemarin penyalurannya mencapai 248 kilo liter dan tetap saja habis.
"Ini adalah rekor tertinggi penyaluran Pertamax Plus di Kota Batam," ujarnya.
Karena itu, lanjutnya, pihak Pertamina menyimpulkan bahwa kelangkaan BBM yang terjadi di Kota Batam beberapa hari terakhir adalah akibat dari panic buying oleh
masyarakat karena total BBM yang sudah disalurkan sudah melebihi 900 kilo liter per hari.
Panic buying itu menurutnya terjadi akibat adanya ketakutan dari masyarakat akan habisnya stok BBM di Kota Batam.
Ahmad Hijazi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kota Batam, mengatakan lonjakan kenaikan pembelian BBM memang terjadi pada beberapa bulan terakhir.
"Kenaikan itu bukan saja jenis Premium, tetapi Pertamax juga melebihi distribusi bulan-bulan sebelumnya," sambung dia.
Karena itu pemerintah kota juga memiliki kesimpulan yang sama dengan Pertamina bahwa kelangkaan BBM yang terjadi di Kota Batam beberapa hari terakhir adalah akibat dari adanya panic buying.
