logo batamtoday
Rabu, 17 Juni 2026
PKP BATAM


Perluas Akses Pendidikan Nasional, Kemendikdasmen Perkuat Pembelajaran Jarak Jauh
Rabu, 17-06-2026 | 10:08 WIB | Penulis: Redaksi
 
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin. (Kemdikdasmen)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat transformasi layanan pendidikan melalui program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) guna memperluas akses pendidikan yang inklusif dan merata di seluruh Indonesia.

Program tersebut menjadi salah satu agenda yang dipaparkan dalam rangkaian Centre Policy Research Network (CPRN) 2026 sebagai bagian dari komitmen pemerintah memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang setara.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pemerataan pendidikan karena kondisi geografisnya sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau.

Menurutnya, keragaman kondisi geografis, sosial, dan ekonomi di berbagai daerah membutuhkan model layanan pendidikan yang adaptif agar seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan belajar yang sama. "Tidak ada anak yang terlalu jauh untuk belajar, dan tidak ada tempat yang terlalu terpencil untuk mendapatkan pendidikan. Pembelajaran Jarak Jauh adalah ikhtiar untuk memastikan setiap anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang setara," ujar Tatang.

Ia menjelaskan, implementasi PJJ telah disusun dalam empat tahap pengembangan. Tahap pertama pada 2025 dilakukan melalui proyek percontohan yang melibatkan satu Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN) dengan sasaran anak-anak dan remaja pekerja migran Indonesia berusia 16-18 tahun di Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Selanjutnya, pada fase kedua yang berlangsung pada 2026-2027, program akan diterapkan secara penuh di 36 provinsi dengan prioritas menyasar anak tidak sekolah usia 16-18 tahun di seluruh Indonesia.

Pada fase ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada 2028, pemerintah akan membentuk Sekolah Menengah PJJ yang dapat diakses peserta didik dari berbagai wilayah Indonesia. Program ini juga akan diperluas untuk menjangkau anak-anak yang berisiko putus sekolah, memiliki mobilitas tinggi, serta mereka yang memiliki tanggung jawab sosial tertentu.

Sementara itu, fase keempat yang dimulai pada 2029 akan difokuskan pada penguatan mutu program melalui penjaminan kualitas, pengembangan kurikulum, dan integrasi teknologi terbaru dalam proses pembelajaran.

Dalam paparannya, Tatang menyoroti tiga pelajaran penting dari implementasi awal PJJ. Pertama, fleksibilitas menjadi faktor utama karena tidak ada satu model pembelajaran yang dapat diterapkan secara seragam di seluruh wilayah Indonesia.

Kedua, keberhasilan PJJ memerlukan pendekatan hibrida yang tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga dukungan guru, keluarga, dan masyarakat. Ketiga, setiap strategi pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi lokal karena kebutuhan peserta didik di kawasan perkotaan berbeda dengan mereka yang tinggal di daerah kepulauan, terpencil, maupun wilayah terisolasi.

"Tidak ada satu model yang dapat menjawab seluruh tantangan pendidikan Indonesia. Karena itu, solusi pendidikan harus disesuaikan dengan kondisi setiap daerah dan kebutuhan setiap anak," tegasnya.

Tatang menambahkan, pengembangan PJJ merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan belajar bagi seluruh anak Indonesia. Melalui pendekatan yang fleksibel, kolaboratif, dan sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah, Kemendikdasmen berharap semakin banyak peserta didik dapat mengakses layanan pendidikan berkualitas tanpa terkendala faktor geografis, sosial, maupun ekonomi.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit