logo batamtoday
Rabu, 17 Juni 2026
PKP BATAM


Ekonom Sebut Pemerintah Perlu Jaga Kredibilitas Kebijakan Agar Rupiah-IHSG Terus Menguat
Selasa, 16-06-2026 | 19:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman. (ANTARA)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) M Rizal Taufikurahman menyatakan pemerintah perlu menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi agar penguatan kurs rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut.

"Agar tren penguatan IHSG dan rupiah dapat terjaga, pemerintah perlu terus menjaga kredibilitas kebijakan ekonomi melalui disiplin fiskal, kepastian regulasi, serta pengelolaan APBN yang lebih efektif dan produktif," ujar M Rizal Taufikurahman, Selasa (16/6/2026).

Selain itu, lanjut dia, upaya menjaga kredibilitas kebijakan tersebut juga harus diiringi dengan percepatan reformasi struktural, peningkatan investasi, penguatan sektor industri, serta perbaikan daya beli masyarakat.

Ia mengatakan hal tersebut dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi nasional.

"Penguatan pasar keuangan yang berkelanjutan hanya dapat tercapai apabila didukung oleh fundamental ekonomi yang semakin kuat dan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia," kata Rizal.

Ia menuturkan, IHSG berpotensi kembali menuju level 8.000 dalam kisaran 12-18 bulan. Sementara itu, nilai tukar rupiah, dalam pandangan yang lebih realistis, diprediksi dapat pulih ke kisaran Rp16.500 per dolar AS dalam waktu 1-2 tahun.

Proyeksi tersebut dapat terealisasi dengan asumsi kondisi global semakin kondusif, suku bunga global mulai menurun, dan reformasi ekonomi domestik berjalan secara konsisten.

Meskipun demikian, ia menekankan pemulihan kondisi IHSG dan kurs rupiah tidak hanya bergantung pada sentimen pasar, tapi juga sangat ditentukan oleh kemampuan pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat investasi, meningkatkan produktivitas, dan membangun kredibilitas kebijakan.

"Sehingga penguatan pasar keuangan dapat berlangsung secara lebih berkelanjutan dan menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkualitas," ucap Rizal.

Nilai tukar rupiah cenderung menguat pada pembukaan perdagangan setiap paginya dalam seminggu terakhir. Pada Selasa lalu (9/6/2026) rupiah dibuka pada level Rp 18.134 per dolar AS, kemudian menjadi Rp 17.900 per dolar AS pada Rabu (10/6/2026).

Kurs rupiah bergerak ke level Rp 17.941 per dolar AS pada Kamis (11/6/2026), lalu kembali menguat menjadi Rp 17.930 per dolar AS pada Jumat (12/6/2026), dan melanjutkan tren positif ke level Rp 17.778 per dolar AS pada Senin (15/6/2026).

Sedangkan IHSG pada pembukaan perdagangan selama seminggu terakhir tercatat berada di posisi 5.344,69 pada Selasa (9/6/2026), lalu menjadi 5.744,06 pada Rabu (10/6/2026), 5.899,27 pada Kamis (11/6/2026), 5.960,27 pada Jumat (12/6/2026), dan kemudian 6.118,73 pada Senin (15/6/2026).

Sumber: ANTARA
Editor: Yudha

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit