logo batamtoday
Jum'at, 12 Juni 2026
PKP BATAM


Dahnil Si Anak Medan Bawa Dua Tradisi ke Tanah Suci, Transparansi dan Lari Pagi!
Kamis, 11-06-2026 | 08:28 WIB | Penulis: Saibansah
 
Wamenhaj RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat lari mendaki Jabal Uhud Kota Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)  

BATAMTODAY.COM, Madinah - Anak Medan yang satu ini, Dahnil Anzar Simanjuntak, macam tak peduli dengan cuaca tanah jazirah Arab. Angin Mekkah, Jeddah serta Madinah yang hangat-hangat-panas itu dibuatnya macam di Berastagi, Parapat atau Sipirok saja bah! Dilibasnya semua kota-kota di Arab Saudi itu tiap pagi. Apalagi kalau bukan lari pagi.

Patennya lagi, anak Medan mantan aktivis itu bukan hanya lari pagi di jalan raya, tapi juga mendaki di Jabal Uhud. Gunung tempat pertempuran jihad Nabi Muhammad SAW di Madinah. "Dari Jabal Uhud, kita bisa banyak belajar. Kedisiplinan, kepatuhan, dan ketertiban," ujarnya di atas Jabal Uhud.

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI ini juga lari pagi di Armuzna, Arafah-Muzdalifah-Mina, tiga tempat suci puncak ritual ibadah haji di Kota Makkah. Memang ada dua tradisi yang dibawa anak Medan ini ke tanah suci. Apa saja itu? Berikut ini catatan Pemimpin Redaksi BATAMTODAY.COM yang saat ini menjadi Petugas MCH (Media Center Haji) PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) 2026, Saibansah Dardani.

Lahir di Sumatera Utara, Dahnil tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan nilai pendidikan dan keagamaan sejak dini. Masa mudanya diwarnai aktivitas organisasi yang kemudian membentuk karakter kepemimpinannya. Dunia kampus menjadi ruang pertama baginya untuk mengasah kemampuan berdiskusi, berorganisasi, sekaligus memperjuangkan berbagai gagasan yang diyakininya.

Namanya mulai dikenal luas saat aktif di organisasi kepemudaan nasional. Kemampuan komunikasi yang kuat serta keberaniannya menyampaikan pandangan membuat Dahnil kerap menjadi sorotan publik. Di berbagai forum, ia dikenal sebagai sosok yang lugas, tetapi tetapi mengedepankan dialog.

Sejak menjabat sebagai Wamenhaj RI, Dahnil Anzar Simanjuntak langsung menggebrak manajemen tata-kelola pelaksanaan ibadah haji. Mulai dari proses terkait visa dan keimigrasian, sampai dengan penyiapan para petugas PPIH Arab Saudi 2026. Semuanya dipersiapkan secara rigit, teliti dan terorganisir dengan baik.

Meskipun akibat dari terobosannya itu ada beberapa pihak yang merasakan dampaknya. Salah satunya adalah oknum KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) nakal. Mereka itulah yang selama ini menikmati hasil dari praktik-praktik penyimpangan yang merugikan jemaah haji Indonesia.

"Sudah banyak yang telepon saya, baik senior yang memanggil saya 'dinda', maupun orang lain yang meminta agar dilakukan ini dan itu," ungkap Dahnil Anzar Simanjuntak, saat ngobrol santai dengan para Petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026 saat Diklat di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Januari 2026 lalu.

Ternyata, anak Medan yang satu ini memang beda. Bukannya menuruti permintaan senior yang memanggilnya 'dinda' itu, tapi malah terus digas. Bahkan sampai di tanah suci, Makkah dan Madinah. Ada dua tradisi yang dibawa Dahnil Anzar Simanjuntak hingga ke tanah suci. Transparansi dan lari pagi.

Transparansi itu diterapkan di semua tahapan layanan jemaah haji. Mulai dari menghitung manual kasur-kasur dan bantal untuk para jemaah haji di tenda Arafah dan Mina. Katering makanan para jemaah haji, baik yang menu makanan bentuk RTE (Ready To Eat) dan makanan segar. Sampai dengan pengelolaan dana Dam para jemaah haji Indonesia yang mayoritas memilih haji tamattu'.

Bagi mereka yang memilih haji tamattu' wajib membayar dam atau denda berupa seekor kambing. Tahu 2026 ini, penyaluran pembayaran Dam itu melalui lembaga yang ditunjuk pemerintah Kerajaan Arab Saudi, Adahi. Nilainya 720 riyal.

Akibat pengecekan detil dan langsung on the spot di lapangan, tidak bisa lagi main-main dengan anak Medan ini. Termasuk, syarikah penyedia layanan tenda dan bantal-kasurnya. Semua dihitungnya manual. Tidak lagi pakai hitungan dengan pandangan mata. Bahkan, KBIHU yang telah memasang stiker di tenda-tenda jemaah di Arafah pun dicopotnya. Tidak boleh ada KBIHU yang mengkavling-kavling tenda lagi. Semuanya harus patuh pada ketentuan PPIH Arab Saudi 2026.

Begitulah cara kerja anak Medan ini di tanah suci. Sampai akhirnya berhasil membongkar praktik non prosedural pengelolaan dana Dam dan haji batal fiktif. Nilanya mencapai Rp 1,4 miliar. Dugaan penipuan tersebut melibatkan badal haji untuk 140 orang, dengan tarif sekitar Rp10 juta per orang.

"Badal haji itu jelas penipuan. Karena untuk haji dakhili yang berlaku untuk masyarakat setempat saja, per orang sekitar Rp40 jutaan. Jadi tidak mungkin badal haji bertarif Rp10 juta per orang. Pasti ini penipuan," ungkap Dahnil.

BACA JUGA: Lindungi Jemaah Haji, Kemenhaj Tindak Tegas Oknum KBIHU Nakal

Selain transparansi, Dahnil juga membawa tradisi lari pagi di tanah suci. Tiap pagi, baik saat di Makkah, Jeddah maupun di Madinah, anak Medan ini selalu joging pagi. Tidak sendiri, mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah itu juga mengajak sejumlah petugas haji, termasuk Petugas MCH lari pagi.

Masalahnya, kalau lari di Asrama Haji Pondok Gede yang udara paginya sejuk menyentuh hati sih pasti dijabani. Tapi ini lari pagi menembus udara kering nan hangat di pagi hari tanah suci. Mungkin karena itulah, tidak banyak tampak warga lokal Madinah atau Makkah yang lari pagi. Tapi Dahnil Anzar Simanjuntak tetap istiqomah, lari pagi.

Akhirnya, dari sepuluh orang Petugas MCH Daker Madinah yang menemani Wamenhaj lari pagi, Sabtu 6 Juni 2026 lalu, tidak semuanya yang start dan finish bareng. Ada beberapa yang hanya bersua dengan Dahnil di halaman Masjid Nabawi, titik start lari pagi, lalu jumpa lagi di halaman Masjid Quba, titik garis finish. Selebihnya? Ya, naik mobil laaah.*

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit