logo batamtoday
Kamis, 04 Juni 2026
PKP BATAM


Direct Call Internasional TPK Batu Ampar Melonjak 212 Persen, Perkuat Posisi Batam sebagai Hub Logistik Asia
Rabu, 03-06-2026 | 09:48 WIB | Penulis: Redaksi/Alex
 
Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. (Foto: BP Batam)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Kinerja layanan pelayaran langsung internasional (direct call) di Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Berdasarkan data operasional Batu Ampar Container Terminal, jumlah kunjungan kapal direct call internasional pada periode Januari-Mei 2026 mencapai 106 call atau meningkat 212 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebanyak 34 call.

Pertumbuhan juga terlihat dari volume peti kemas yang mencapai 58.237 TEUs. Angka tersebut meningkat 125 persen dibandingkan capaian Januari-Mei 2025 yang sebesar 25.904 TEUs.

Lonjakan jumlah kunjungan kapal dan volume peti kemas tersebut menjadi indikator meningkatnya daya saing Pelabuhan Batu Ampar dalam mendukung arus perdagangan internasional sekaligus memperkuat konektivitas logistik di kawasan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan capaian tersebut menunjukkan semakin kuatnya posisi Batam dalam jaringan logistik regional, khususnya pada jalur perdagangan internasional di kawasan Selat Malaka.

Menurut Denny, jaringan layanan direct call internasional TPK Batu Ampar kini telah menjangkau sedikitnya tujuh negara utama di Asia. Konektivitas tersebut dinilai penting untuk memperlancar rantai pasok sekaligus memperkuat peran Batam sebagai pusat logistik, perdagangan, dan industri yang terintegrasi dengan pasar global.

"Konektivitas ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kelancaran rantai pasok dan memperkuat peran Batam sebagai pusat logistik, perdagangan, dan industri yang terhubung dengan pasar global," ujarnya di Batam Centre, Selasa (2/6/2026), didampingi Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, Benny Syahroni.

BP Batam, lanjut Denny, berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan bersama mitra pengelola melalui pengembangan fasilitas terminal, digitalisasi layanan, serta perluasan kerja sama dengan perusahaan pelayaran internasional guna membuka rute-rute baru yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah maupun nasional.

Ia menegaskan, peningkatan kapasitas terminal, optimalisasi layanan, dan perluasan konektivitas internasional akan terus dilakukan untuk memperkuat peran TPK Batu Ampar sebagai gerbang logistik internasional strategis di kawasan Selat Malaka.

Sementara itu, Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, menilai capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan perusahaan pelayaran internasional terhadap layanan dan fasilitas yang tersedia di TPK Batu Ampar.

Menurutnya, peningkatan frekuensi layanan dan volume peti kemas direct call menjadi bukti bahwa langkah peningkatan pelayanan, efisiensi operasional, serta pengembangan infrastruktur pelabuhan yang dilakukan BP Batam telah berjalan sesuai arah yang ditetapkan.

Pertumbuhan tersebut juga didukung oleh bertambahnya operator pelayaran yang melayani rute direct call. Jika pada Januari-Mei 2025 layanan hanya dioperasikan oleh SITC dan Evergreen, maka pada periode yang sama tahun 2026 jaringan layanan diperkuat dengan bergabungnya Samudera dan COSCO Shipping.

Secara rinci, SITC mencatatkan 55 call dengan volume 32.266 TEUs, Evergreen 30 call dengan 14.792 TEUs, Samudera 11 call dengan 7.103 TEUs, dan COSCO Shipping 10 call dengan 4.077 TEUs.

Benny mengatakan kehadiran layanan baru tersebut memperluas pilihan konektivitas bagi pelaku usaha serta meningkatkan efisiensi distribusi barang ekspor dan impor. "Semakin banyak pelayaran yang membuka layanan direct call ke Terminal Peti Kemas Batu Ampar akan memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha, mulai dari mempercepat waktu pengiriman, meningkatkan kepastian jadwal, hingga menekan biaya logistik. Kondisi ini tentu akan memperkuat daya saing industri dan investasi di Kota Batam," katanya.

Saat ini, layanan direct call internasional TPK Batu Ampar telah terhubung langsung dengan sejumlah pelabuhan utama di Asia, antara lain di Tiongkok, Vietnam, Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, dan Myanmar. Konektivitas tersebut semakin memperkuat posisi Batam sebagai salah satu pusat distribusi perdagangan dan logistik internasional di kawasan Asia Tenggara.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit