logo batamtoday
Rabu, 13 Mei 2026
PKP BATAM


Investor Pemula Masih Kerap Terjebak FOMO Saham, BEI Dorong Literasi Pasar Modal
Rabu, 13-05-2026 | 13:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Ilustrasi.  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Tren investasi pasar modal di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, didorong kemudahan akses teknologi dan menjamurnya platform investasi digital. Namun di balik pertumbuhan jumlah investor, banyak investor pemula masih terjebak pada pola investasi instan tanpa pemahaman yang memadai.

Fenomena membeli saham karena viral di media sosial atau mengikuti rekomendasi tanpa analisis masih menjadi kesalahan yang paling sering terjadi di kalangan investor baru. Akibatnya, tidak sedikit investor mengalami kerugian karena mengambil keputusan berdasarkan tren sesaat atau fear of missing out (FOMO).

Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, khususnya dari kalangan generasi muda, pemahaman mengenai strategi investasi dan manajemen risiko dinilai masih menjadi tantangan besar.

Pasar modal sejatinya tidak sekadar soal membeli saham dan berharap harga naik dalam waktu singkat. Investasi membutuhkan perencanaan, pemahaman terhadap risiko, serta tujuan keuangan yang jelas agar keputusan yang diambil tetap rasional.

Salah satu kesalahan mendasar investor pemula ialah berinvestasi tanpa memiliki tujuan keuangan yang spesifik. Banyak investor membeli saham hanya karena mengikuti tren atau sekadar mencoba tanpa mengetahui target yang ingin dicapai.

Padahal, tujuan investasi sangat menentukan strategi yang digunakan, termasuk jangka waktu investasi dan tingkat risiko yang dapat ditoleransi.

Sebagai contoh, investasi untuk kebutuhan menikah dalam tiga tahun tentu berbeda dengan investasi dana pensiun dalam 20 hingga 25 tahun mendatang. Semakin jelas tujuan investasi, semakin mudah menentukan instrumen yang sesuai.

Kesalahan lain yang juga kerap terjadi ialah membeli saham tanpa analisis yang memadai. Banyak investor pemula hanya mengikuti rekomendasi media sosial atau ajakan pihak tertentu tanpa memahami fundamental perusahaan maupun kondisi pasar.

Padahal, investor dapat memanfaatkan berbagai sumber informasi resmi seperti laporan keuangan, keterbukaan informasi perusahaan, dan data perdagangan yang tersedia melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu, investor pemula juga dinilai terlalu agresif melakukan transaksi jangka pendek demi mengejar keuntungan cepat. Strategi tersebut justru meningkatkan risiko kerugian apabila dilakukan tanpa pemahaman yang cukup mengenai pergerakan pasar.

Pendekatan investasi jangka panjang dengan memilih perusahaan yang memiliki fundamental baik dinilai lebih stabil bagi investor pemula dibanding pola transaksi spekulatif.

Persoalan lain yang masih sering diabaikan ialah diversifikasi investasi. Sebagian investor menempatkan seluruh dana pada satu saham atau satu instrumen sehingga risiko kerugian menjadi lebih besar ketika harga mengalami penurunan.

Diversifikasi dianggap penting karena dapat membantu mengurangi risiko dengan menyebarkan dana ke berbagai sektor atau instrumen investasi.

Selain minim diversifikasi, banyak investor pemula juga tidak konsisten dalam menambah investasi secara berkala. Padahal, konsistensi menjadi salah satu faktor utama dalam membangun hasil investasi jangka panjang melalui efek compounding.

Di sisi lain, manajemen risiko juga masih menjadi aspek yang kerap diabaikan. Fokus berlebihan pada potensi keuntungan sering membuat investor lupa mempertimbangkan kemungkinan kerugian.

Karena itu, investor disarankan memahami profil risiko pribadi dan menggunakan dana khusus investasi, bukan dana kebutuhan sehari-hari.

Untuk meningkatkan literasi masyarakat, Bursa Efek Indonesia secara rutin menyelenggarakan berbagai program edukasi seperti seminar, pelatihan, hingga Sekolah Pasar Modal yang dapat diakses masyarakat luas.

Masyarakat yang ingin mempelajari produk dan mekanisme pasar modal juga dapat mengikuti program edukasi resmi BEI melalui Sekolah Pasar Modal BEI maupun mengakses informasi pasar melalui aplikasi IDX Mobile yang tersedia di App Store dan Google Play.

BEI menilai peningkatan literasi menjadi kunci agar masyarakat dapat berinvestasi secara lebih sehat, rasional, dan berorientasi jangka panjang.

Pada akhirnya, investasi dinilai bukan sekadar mengejar keuntungan cepat, melainkan membangun kebiasaan finansial yang disiplin, konsisten, dan berkelanjutan.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit