BATAMTODAY.COM, Pekanbaru - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) bersama Pemerintah Provinsi Riau dan sejumlah pemangku kepentingan meninjau langsung distribusi bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Pekanbaru. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Peninjauan dilakukan di SPBU 14.282.668 Harapan Raya dan SPBU 14.281.618 Nangka, dengan melibatkan berbagai pihak, antara lain DPRD Riau, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satpol PP, Dinas ESDM, serta Hiswana Migas.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau, Abdullah, menegaskan pentingnya pengawasan bersama guna memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tepat sasaran. "Kami bersama Pertamina dan stakeholder terkait akan terus melakukan monitoring secara intensif untuk memastikan distribusi BBM berjalan dengan baik dan tepat sasaran. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying serta membeli BBM sesuai kebutuhan," ujarnya.
Sebagai langkah antisipatif, Pertamina dan Pemprov Riau telah meningkatkan cadangan BBM hingga 20 persen di atas kondisi normal. Selain itu, armada mobil tangki juga ditambah untuk mempercepat distribusi, terutama ke wilayah dengan tingkat konsumsi tinggi.
Untuk menjaga keandalan pasokan, distribusi BBM ke SPBU dilakukan lebih awal dari jadwal normal. Sejumlah SPBU bahkan didorong beroperasi selama 24 jam guna mengurangi antrean dan memastikan pelayanan tetap optimal.
Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga pasokan energi. "Upaya percepatan distribusi BBM ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga ketersediaan energi. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM secara bijak agar distribusi merata," jelasnya, Senin (4/5/2026).
Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Riau, Tuah Laksamana Negara, menyatakan pihaknya mendukung optimalisasi operasional SPBU, termasuk perpanjangan jam layanan. "Kami mendorong SPBU beroperasi hingga 24 jam di beberapa titik untuk mempercepat penyaluran BBM. Pelayanan kepada masyarakat tetap harus diutamakan sesuai ketentuan," katanya.
Meski berbagai langkah telah ditempuh, peningkatan konsumsi BBM tetap menjadi tantangan yang memerlukan pengawasan berkelanjutan. Pemerintah daerah bersama Pertamina dan aparat penegak hukum memastikan monitoring dilakukan secara intensif agar distribusi tidak terganggu dan tetap tepat sasaran.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan energi di Riau sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat tanpa hambatan.
Editor: Gokli
