logo batamtoday
Minggu, 03 Mei 2026
PKP BATAM


Jamaah Haji Diimbau Beli Oleh-oleh di Indonesia Saja
Sabtu, 02-05-2026 | 15:18 WIB | Penulis: Saibansah
 
Kadaker Madinah, Khalilurrahman saat memimpin apel pagi para petugas haji di Kantor Daker Madinah. (Foto: MCH PPIH Arab Saudi 2026)  

BATAMTODAY.COM, Madinah - Petugas penyelenggara ibadah haji mengingatkan jamaah untuk membatasi barang bawaan selama proses pergeseran dari Madinah menuju Makkah. Barang bawaan yang berlebihan dinilai dapat menghambat kelancaran mobilisasi jamaah pada fase penting penyelenggaraan haji.

Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah, Khalilurrahman, mengatakan setiap jamaah hanya diperkenankan membawa tiga jenis barang, yakni koper bagasi, koper kabin, dan tas dokumen.

Di luar itu, barang tambahan diminta untuk tidak dibawa karena berpotensi menyulitkan pengaturan transportasi. "Jika melebihi ketentuan, akan mengganggu proses pengangkutan jamaah," ujarnya, Sabtu (2/5/2026).

Menurut dia, saat ini penyelenggaraan haji memasuki tahap krusial, seiring berlangsungnya kedatangan jamaah dari Indonesia dan pergerakan jamaah dari Madinah ke Makkah. Kapasitas armada bus yang digunakan telah disesuaikan dengan standar jumlah dan ukuran barang bawaan tersebut.

Kasi Transportasi Daker Madinah, Muslih, menambahkan bahwa seluruh armada telah disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan jamaah secara optimal. Namun, ia menyoroti masih adanya jamaah yang membawa barang di luar ketentuan.

"Jika barang bawaan bertambah di luar standar, itu akan memakan ruang bagasi secara berlebihan," katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kebiasaan membawa barang berlebih dapat berdampak pada jamaah lain yang telah mematuhi aturan. Keterbatasan ruang bagasi berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan selama perjalanan.
Meski demikian, petugas tetap memahami keinginan jamaah untuk membawa oleh-oleh dari Tanah Suci.

Jamaah disarankan memanfaatkan layanan pengiriman atau berbelanja melalui platform digital seperti Haji & Umroh Store yang difasilitasi pemerintah. Melalui layanan tersebut, barang dapat dikirim langsung ke alamat di Indonesia.

Selain itu, jamaah yang membeli oleh-oleh dalam jumlah besar di Madinah juga dianjurkan menggunakan jasa kargo resmi agar tidak membebani bagasi bus maupun pesawat.

Muslih mengingatkan bahwa meskipun perjalanan dari Madinah ke Makkah dilakukan melalui jalur darat tanpa pembatasan berat seketat penerbangan, aturan bagasi akan kembali berlaku saat kepulangan ke Indonesia. "Barang berlebih berisiko dikenai biaya tambahan atau bahkan tidak bisa dibawa pulang," ujarnya.

Karena itu, jamaah diminta tetap mengutamakan kelancaran ibadah serta menjaga ketertiban barang bawaan selama berada di Tanah Suci, termasuk saat berada di Madinah dan menuju Makkah.

Editor: Dardani

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit