BATAMTODAY.COM, Bintan - PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) meluncurkan program Beasiswa Inti Cakrawala STEM sebagai skema baru tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menargetkan putra-putri Bintan berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Program ini digadang-gadang sebagai langkah strategis menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang sesuai kebutuhan industri. BIIE, sebagai pengelola kawasan Bintan Industrial Estate Lobam, menyebut program ini sebagai jawaban atas kebutuhan tenaga kerja terampil di sektor industri yang terus berkembang. Beasiswa yang mulai dijalankan pada 2026 ini difokuskan pada bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
General Manager BIIE, Aditya Laksamana, mengatakan bahwa program ini tidak hanya memberikan bantuan pendidikan, tetapi juga mengarahkan peserta pada jalur karier yang relevan dengan kebutuhan industri di kawasan. "Setelah lolos seleksi, kandidat akan mendapatkan bimbingan untuk persiapan UTBK atau SNBT. Beasiswa ini ditujukan untuk melanjutkan studi di PTN, dengan prioritas kampus unggulan dan jurusan yang sesuai kebutuhan industri," ujar Aditya di Lobam, Kamis (30/4/2026).
Seleksi program ini tergolong ketat, mulai dari administrasi, tes akademik, psikotes, hingga wawancara. Jurusan yang diprioritaskan antara lain teknik industri, teknik mesin, teknik elektro, hingga perkapalan --bidang yang selama ini menjadi tulang punggung kebutuhan tenaga kerja di kawasan industri.
BIIE sebelumnya telah menjalankan program serupa di sektor perhotelan melalui Politeknik Bintan Cakrawala dan LPK Bintan Cakrawala, dengan klaim tingkat serapan kerja mencapai lebih dari 85 persen. Lulusan program tersebut sebagian besar terserap di kawasan pariwisata Bintan Resorts hingga ke luar negeri seperti Dubai dan Maladewa.
Keberhasilan itu menjadi dasar ekspansi program ke sektor STEM. Namun, efektivitas jangka panjang tetap bergantung pada konsistensi pendampingan, kualitas pendidikan, serta peluang kerja yang benar-benar terbuka bagi penerima beasiswa setelah lulus.
"Kuota penerima disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan di kawasan. Harapannya, setelah lulus, mereka kembali dan berkontribusi di BIE," tambah Aditya.
Selain beasiswa, BIIE juga mengklaim rutin menggelar pelatihan keterampilan seperti pengelasan dan pengecatan untuk masyarakat sekitar. Program tersebut diarahkan untuk mencetak tenaga kerja bersertifikasi yang siap diserap industri.
Meski demikian, tantangan terbesar tetap pada transparansi seleksi, pemerataan akses, serta komitmen perusahaan dalam menjamin bahwa program ini tidak hanya menjadi simbol CSR, melainkan benar-benar mendorong mobilitas sosial masyarakat lokal.
"Ini merupakan bentuk tanggung jawab kawasan terhadap masyarakat sekaligus mendorong kemajuan Kabupaten Bintan," tutup Aditya.
Editor: Gokli
