BATAMTODAY.COM, Madinah - Mbah Jumirah, usianya 83 tahun, turun dari bus Syarikah Rakeen, Selasa (28/4/2026), pukul 12:50 WAS. Tidak bisa turun sendiri, ia digendong petugas, lalu didudukkan terlebih dahulu di atas kursi lipat bulat di samping bus. Badannya kecil, kalau berdri agak membungkuk.
Mbah Jumirah naik haji didampingi putra bungsunya, Saiful Amar. Sebenarnya, ia daftar haji bersama suaminya, tetapi qodarullah, suaminya sudah terlebih dahulu wafat. Maka, Saiful Amarlah yang menggantikan.
Petugas mendorong kursi Mbah Jumirah masuk ke lobby Hotel Grand Al Shahba Madinah. Beberapa tim Syarikah Rakeen menyambut kedatangan rombongan embarkasi Solo kloter 18 itu dengan taburan bunga, menghidangkan teh arab yang kuat aroma rempah jahenya, tak lupa kurma kering. Disiapkan juga karpet merah untuk menghormati para tamu Allah SWT itu, duyuuffurrahman.
Tapi, Mbah Jurimah tidak melewati karpet merah itu, karena dia dan anaknya, Saiful Amar harus menunggu kunci kamarnya di lobby, tidak bersama jemaah haji lain yang bisa jalan sendiri. "Alhamdulillah, selama perjalanan dari Solo, ibu sehat dan makannya juga enak," ujar Saiful Amar mengungkapkan perjalanan ibunya kepada Petugas MCH PPIH Arab Saudi 2026 Saibansah Dardani.
Selama dalam perjalanan sampai landing di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah, lanjut Saiful Amar, pelayanan yang diberikan pihak airline dan petugas PPIH di Bandara memuaskan. Supply makanan terus diberikan sampai mereka akhirnya masuk ke kamar masing-masing.
"Ibu saya tidak bisa mandi dan mengurus dirinya sendiri, apakah saya bisa satu kamar dengan ibu saya untuk mengurusnya," tanya Saiful Amar.
Ternyata, PPIH Arab Saudi 2026 sudah menyiapkan berbagai Tusi (Tugas dan Fungsi) layanan, termasuk melayani jemaah haji seperti Mbah Jumirah itu. Yaitu, Layanan Landis (Lansia dan Disabilitas) kolaborasi dengan layanan kesehatan, akan mengurusi para jemaah seperti Mbah Jumirah itu. Jumlahnya cukup banyak. Para petugas Tusi Landis itulah yang memandikan, mengganti pempers bahkan sampai menyuapi mereka makan.
Mendengar penjelasan itu, Saiful Amar merasa plong, hatinya lega. Sementara itu, Mbah Jumirah begitu gembira karena dirinya sudah sampai di tanah suci Madinah. Apalagi, hotelnya hanya berjarak sekitar 50 meter dari Masjid Nabawi.
Mbah Jumirah daftar haji tahun 2017 lalu, bersama suaminya. Tapi yang berangkat haji hanya dirinya sendiri dan putra bungsunya. Sedangkan suaminya, sudah mendahuluinya. Hanya kiriman doa-doa dari Mbah Jumirah dan putra bungsunya itu yang akan terus mengalir kepada almarhum suaminya.
Dan, satu lagi, doa tulus Mbah Jumirah itu juga untuk anaknya yang sekarang sedang membanting-tulang bekerja di kawasan industri Mukakuning Batam.
Semoga doa Mbah Jumirah menggedor arys untuk suami, anak-anak, cucu dan keluarga besarnya.
Editor: Dardani
