logo batamtoday
Jum'at, 17 April 2026
PKP BATAM


Amdatara Perkuat Sinergi dengan Pemerintah, Dorong Industri Hijau dan Ekonomi Sirkular
Jum\'at, 17-04-2026 | 08:48 WIB | Penulis: Redaksi
 
Panja AMDK Komisi VII DPR RI juga melakukan kunjungan ke pabrik AMDK di Klaten dan Kabupaten Bekasi. (Foto: Amdatara)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Asosiasi Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) menegaskan komitmennya dalam memperkuat industri hijau dan praktik keberlanjutan melalui sinergi yang lebih erat bersama pemerintah. Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan industri air minum dalam kemasan (AMDK) di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Ketua Umum Amdatara, Karyanto Wibowo, mengatakan sektor makanan dan minuman, khususnya AMDK, memiliki peran strategis dalam mendorong prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular.

"Kami ingin menunjukkan secara konkret bahwa industri ini menjadi leading dalam penerapan ekonomi sirkular dan keberlanjutan," ujar Karyanto saat acara halal bihalal bersama pemerintah di Jakarta, Kamis (16/4/2026).

Ia menjelaskan, pelaku industri AMDK terus mengintegrasikan praktik ramah lingkungan seiring dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, kolaborasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan menjadi kunci agar industri tetap adaptif sekaligus memperkuat kontribusinya dalam transisi menuju ekonomi sirkular di Indonesia.

Selain itu, Amdatara juga meningkatkan komunikasi dengan DPR, khususnya Komisi VII, untuk merespons berbagai kritik publik terhadap industri AMDK yang kerap dianggap sebagai sektor ekstraktif.

"Kami berharap persepsi tersebut bisa berubah, bahwa industri ini juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional," kata Karyanto.

Ia menegaskan, industri makanan dan minuman, termasuk AMDK, harus terus menjadi salah satu motor penggerak ekonomi nasional dengan kontribusi yang signifikan.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengapresiasi peran industri AMDK yang dinilai telah memberikan dampak positif bagi perekonomian. Industri ini tercatat menyerap lebih dari 46 ribu tenaga kerja langsung dengan nilai investasi mencapai Rp27,8 triliun.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kemenperin, Merijanti Punguan Pintaria (Merri), menyebut keberadaan industri AMDK memiliki efek ganda yang luas terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Industri ini tidak hanya berkontribusi pada ekonomi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor lainnya," ujarnya.

Merri juga menyoroti kunjungan kerja Panja AMDK Komisi VII DPR RI ke sejumlah pabrik air mineral, yang dinilai berjalan baik dengan dukungan pelaku industri.

Ia menambahkan, DPR menaruh perhatian pada komitmen industri dalam menerapkan prinsip keberlanjutan, baik terhadap lingkungan maupun masyarakat. Untuk itu, pelaku usaha diminta lebih aktif mendokumentasikan dan mempublikasikan kontribusi mereka.

Menurutnya, langkah ini penting untuk mengoreksi anggapan bahwa industri hanya berorientasi pada keuntungan semata.

"Masih ada persepsi bahwa industri hanya mencari profit. Padahal banyak proses dan upaya yang dilakukan untuk menjalankan bisnis AMDK secara berkelanjutan," kata Merri.

Sebelumnya, Panja AMDK Komisi VII DPR RI juga melakukan kunjungan ke sejumlah pabrik di Klaten dan Kabupaten Bekasi. Dalam kunjungan tersebut, DPR mengapresiasi praktik keberlanjutan yang telah diterapkan dan berharap dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit