BATAMTODAY.COM, Jakarta - Penampilan Jakarta Concert Orchestra (JCO) dan Batavia Madrigal Singers (BMS) sukses memikat publik internasional dalam ajang International Ankara Music Festival ke-40 yang digelar di CSO Ada Ankara, Turki, pada 11-12 April 2026.
Di bawah arahan maestro Avip Priatna, kedua kelompok musik tersebut menghadirkan kekayaan musikal Nusantara di salah satu festival bergengsi yang berlangsung sepanjang 4-30 April 2026. Selama dua hari pertunjukan, sekitar 1.500 penonton menghadiri konser dan menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal hingga akhir acara.
Sejumlah tamu kehormatan turut hadir, di antaranya para duta besar dari berbagai negara, perwakilan pemerintah Turki, hingga pelaku industri. Kehadiran mereka menambah semarak penampilan musisi Indonesia di panggung internasional.
Pada hari pertama, JCO dan BMS membawakan sejumlah karya musik Indonesia yang mencerminkan keragaman budaya, seperti "Sepasang Mata Bola" karya Ismail Marzuki, "Tanah Air" karya Ibu Sud, serta lagu daerah "Bubuy Bulan" dan "Sik-Sik Batu Manikam". Penampilan ini semakin kuat dengan dukungan para solois, termasuk James Napoleon Lai (piano) dan Giovani Biga (biola).
Pada hari kedua, BMS tampil dalam konser tersendiri dengan membawakan repertoar lagu Indonesia dan internasional, seperti "Somewhere Over the Rainbow" dan "Bahasa Kalbu".
Partisipasi JCO dan BMS mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ankara sebagai bagian dari upaya promosi budaya Indonesia di kancah global.
Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menyampaikan apresiasi atas penampilan para musisi Indonesia yang dinilai mampu menghadirkan wajah budaya Indonesia yang modern dan berkelas. "Budaya Indonesia tampil dengan warna modern yang berkelas," ujar Rizal.
Ia juga menilai musik memiliki peran penting sebagai jembatan persahabatan antarbangsa. Menurutnya, penampilan lagu "Indonesia Pusaka" menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam konser tersebut.
"Budaya, termasuk musik, memiliki kekuatan untuk menyatukan dan menjadi bahasa universal dalam mempererat persahabatan antarbangsa, termasuk Indonesia dan Turki," katanya.
Selain itu, kehadiran masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa dari berbagai kota di Turki, turut memberikan dukungan langsung di lokasi. Kehadiran mereka menciptakan suasana hangat dan penuh kebanggaan.
Festival yang diselenggarakan oleh Sevda-Cenap and Music Foundation ini telah menjadi bagian dari rangkaian European Festival Association sejak 1993. Tahun ini, ajang tersebut diikuti lebih dari 800 seniman dari 17 negara.
Keikutsertaan Indonesia dalam festival ini menegaskan bahwa karya dan talenta anak bangsa mampu bersaing serta mendapat tempat terhormat di panggung internasional, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan kekayaan seni dan budaya yang mendunia.
Editor: Gokli
