logo batamtoday
Jum'at, 17 April 2026
PKP BATAM


Amsakar Tekankan Sinkronisasi Data, Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kunci Arah Pembangunan Batam
Jum\'at, 10-04-2026 | 11:48 WIB | Penulis: Aldy
 
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik Kota Batam terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (9/4/2026). (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya pembenahan dan sinkronisasi data antarinstansi guna mendukung arah pembangunan daerah yang lebih terarah. Menurutnya, data yang tidak akurat berpotensi menghambat perencanaan dan pengambilan kebijakan.

Hal tersebut disampaikan Amsakar saat menerima audiensi Badan Pusat Statistik Kota Batam terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (9/4/2026). "Perencanaan tanpa data yang akurat ibarat berjalan tanpa arah. Ini yang harus kita benahi bersama," ujar Amsakar.

Ia menilai Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis untuk menghadirkan basis data yang lebih akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemerintah Kota Batam, lanjutnya, siap mendukung penuh pelaksanaan sensus tersebut.

Di sisi lain, Amsakar mengungkapkan kinerja ekonomi Batam menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi daerah ini konsisten berada di atas rata-rata nasional dengan selisih sekitar 1,5 hingga 2 persen.

Dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto, Batam juga didorong menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi nasional. "Ini sejalan dengan kekuatan struktur ekonomi yang dimiliki Batam," katanya.

Saat ini, Batam memiliki empat kawasan ekonomi khusus, yakni Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic, Tanjung Sauh, serta KEK Pariwisata dan Kesehatan Internasional Batam. Selain itu, terdapat 31 kawasan industri dan sekitar 110 galangan kapal yang menopang sektor industri.

"Potensi ini harus didukung dengan data yang kuat agar kebijakan yang diambil tepat sasaran," tambahnya.

Amsakar juga menekankan perlunya dukungan pemerintah pusat dalam menyelaraskan regulasi, termasuk melalui kebijakan yang dapat memperkuat iklim investasi dan mempercepat layanan perizinan.

Ia menargetkan pertumbuhan ekonomi Batam dapat menembus angka di atas 7 persen pada 2026. Target tersebut, menurutnya, harus ditopang oleh penguatan sektor industri pengolahan, kemandirian bahan baku, serta kelancaran distribusi barang.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Batam, Eko Aprianto, menjelaskan Sensus Ekonomi 2026 akan berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 dan menyasar seluruh pelaku usaha, mulai dari skala kecil hingga besar. "Pelaksanaan diawali dengan pengisian kuesioner secara daring, lalu dilanjutkan survei lapangan berbasis digital," jelasnya.

Eko mengakui tantangan utama terletak pada pendataan perusahaan besar. Untuk itu, pihaknya berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kota Batam dan BP Batam agar partisipasi pelaku usaha dapat optimal.

Ia berharap sensus tersebut mampu menghasilkan basis data ekonomi yang akurat dan terintegrasi, sehingga dapat memperkuat perencanaan pembangunan sekaligus mendorong Batam menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional. "Kami optimistis Batam bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional," pungkasnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit