BATAMTODAY.COM, Bintan - Aktivitas produksi kue kering di dapur Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Lengkuas Jaya kian menggeliat. Aroma khas kue kacang tercium dari deretan toples yang telah dikemas rapi dan siap dipasarkan, baik kepada pelanggan tetap maupun melalui penjualan daring.
Perkembangan usaha tersebut tidak lepas dari dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari BRK Syariah yang mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut.
Ketua KUBE Lengkuas Jaya, Sri Kurniawati, mengatakan usaha kue kering yang ia rintis awalnya dijalankan secara mandiri dari rumah. Namun, ia terdorong mengembangkan usaha secara berkelompok setelah melihat peluang penguatan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan.
"Awalnya saya bergerak sendiri. Tapi saya berpikir, kenapa di daerah kami tidak ada pelatihan dan bantuan untuk UMKM? Dari situ saya termotivasi mengajak ibu-ibu di sini supaya bisa berkembang bersama," ujarnya.
Bersama Dinas Koperasi Kabupaten Bintan, Sri kemudian membentuk KUBE Lengkuas Jaya yang kini beranggotakan 10 orang. Kelompok tersebut aktif mengikuti pelatihan, bahkan sepanjang 2025, Sri tercatat beberapa kali menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan pembuatan kue bagi masyarakat setempat.
Momentum pengembangan usaha semakin terbuka saat KUBE Lengkuas Jaya memperoleh bantuan CSR dari BRK Syariah berupa berbagai peralatan produksi, seperti oven besar, kompor gas, mesin penggiling, mesin pengadon, blender, kukusan besar, hingga alat pemotong keripik tempe.
Bantuan tersebut berdampak signifikan terhadap efisiensi dan kualitas produksi. Proses pengolahan adonan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini menjadi lebih cepat dan menghasilkan tekstur yang lebih halus berkat penggunaan mesin.
Selain kue kering yang dipasarkan mulai Rp 75 ribu per toples, kelompok ini juga memproduksi berbagai olahan lain seperti stik keju, bolu, cake, keripik ubi, renginang, dimsum, hingga empek-empek dan otak-otak. Produk kerupuk ikan Jampung yang dijual Rp 70 ribu per kilogram juga mengalami peningkatan kapasitas produksi, terutama saat pasokan ikan melimpah.
Seiring perkembangan tersebut, sebagian anggota mulai memanfaatkan platform digital untuk memperluas pemasaran. Permintaan pun meningkat dan mampu dipenuhi secara lebih konsisten.
Lurah Gunung Lengkuas Jaya, Anggi, menilai bantuan CSR tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Dengan bantuan peralatan ini, pekerjaan jadi lebih cepat dan praktis. Produksi meningkat, kualitas lebih baik, dan warga bisa memenuhi permintaan konsumen. Dampaknya benar-benar terasa," katanya.
Kini, KUBE Lengkuas Jaya tidak hanya menjadi pusat produksi makanan, tetapi juga simbol pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya perempuan. Dukungan CSR yang tepat sasaran dinilai mampu mendorong usaha rumahan naik kelas sekaligus menggerakkan perekonomian lokal di Kabupaten Bintan.
Editor: Gokli
