BATAMTODAY.COM, Batam - Kehadiran BRK Syariah dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Batam sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.
Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Batam, Dr Suyono Saputra, mengatakan momentum 60 tahun perjalanan BRK Syariah bukan sekadar perayaan usia, melainkan refleksi atas kemampuan transformasi lembaga keuangan daerah dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berkembang.
"Transformasi dari bank konvensional menjadi perbankan syariah merupakan langkah fundamental yang memperkuat posisi kelembagaan sekaligus memperluas peran dalam menciptakan sistem keuangan yang inklusif, berkeadilan, dan berbasis nilai," ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Dalam perspektif ekonomi regional, Suyono menilai Batam memiliki tantangan sebagai kawasan industri dan perdagangan terbuka, seperti ketergantungan pada investasi eksternal, volatilitas global, serta perlunya penguatan sektor domestik.
Menurutnya, dalam kondisi tersebut, BRK Syariah tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi daerah. "BRK Syariah diharapkan mampu mendorong pembiayaan sektor produktif, memperkuat UMKM, serta mendukung ekosistem industri dan jasa di Batam," katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan Pemerintah Kota Batam sebagai pemegang saham menjadi faktor penting dalam menyelaraskan kebijakan perbankan dengan arah pembangunan daerah. Sinergi tersebut dinilai dapat diwujudkan melalui kebijakan pembiayaan yang lebih progresif, seperti dukungan terhadap hilirisasi industri, penguatan sektor logistik, dan percepatan transformasi ekonomi digital.
Namun demikian, Suyono mengingatkan bahwa tantangan industri perbankan ke depan semakin kompleks, terutama akibat disrupsi digital, meningkatnya persaingan, serta tuntutan efisiensi dan tata kelola yang lebih ketat. "BRK Syariah perlu mendorong inovasi secara lebih agresif, baik dalam pengembangan produk, digitalisasi layanan, maupun penguatan manajemen risiko, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip syariah," tegasnya.
Ia menilai, keberhasilan BRK Syariah ke depan sangat ditentukan oleh kemampuannya bertransformasi menjadi bank pembangunan daerah yang berorientasi pada penguatan ekonomi. "BRK Syariah harus mampu keluar dari peran tradisional dan menjadi development-oriented regional bank, yang tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga mendorong transformasi struktural ekonomi daerah," ujarnya.
Dengan demikian, peringatan 60 tahun BRK Syariah diharapkan menjadi momentum akselerasi untuk memperkuat peran sebagai institusi keuangan yang tidak hanya sehat secara bisnis, tetapi juga memiliki dampak sosial dan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Editor: Gokli
