BATAMTODAY.COM, Jakarta - Keikutsertaan Indonesia dalam ajang Guangzhou Award 2026 tidak sekadar menjadi partisipasi dalam kompetisi internasional, tetapi juga dimaknai sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan praktik terbaik pelayanan publik kepada dunia.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB dalam sambutan yang dibacakan Asisten Deputi Pengembangan Praktik Terbaik Pelayanan Publik, M Yusuf Kurniawan, saat membuka kegiatan early submission di Jakarta, Senin (30/3/2026).
"Praktik-praktik tersebut tidak hanya mengedepankan inovasi, tetapi juga memiliki relevansi kuat serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran Indonesia di forum ini diharapkan memperkuat citra positif bangsa dan menunjukkan komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat global," ujarnya.
Ia menegaskan, saat ini kualitas pelayanan publik tidak lagi diukur dari kepatuhan terhadap prosedur semata, melainkan dari kemampuan memberikan pengalaman terbaik bagi masyarakat. Oleh karena itu, inovasi menjadi faktor kunci dalam meningkatkan kepuasan sekaligus membangun kepercayaan publik.
Menurutnya, Indonesia tidak cukup hanya menjadi bagian dari peta inovasi global, tetapi harus mampu menjadi pusat (epicentrum) inovasi pelayanan publik yang dapat menjadi rujukan bagi negara lain. "Membangun budaya inovasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Setiap instansi harus menjadikan inovasi sebagai DNA organisasi, bukan sekadar proyek sesaat, tetapi sebagai cara kerja dalam memberikan pelayanan terbaik," katanya.
Melalui pendampingan early submission, peserta diharapkan dapat mempersiapkan seluruh aspek secara optimal, mulai dari substansi, narasi, hingga kesiapan teknis, sehingga inovasi yang diajukan benar-benar mencerminkan kualitas terbaik Indonesia.
Sebagai informasi, Guangzhou International Award for Urban Innovation merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments dan World Association of the Major Metropolises. Kompetisi ini bertujuan mengidentifikasi dan mempromosikan inovasi yang berdampak nyata terhadap keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan, serta penguatan tata kelola pemerintahan daerah.
Partisipasi Indonesia diharapkan dapat mendorong para inovator untuk bersaing di tingkat global sekaligus memperluas perspektif dalam pengembangan inovasi di instansi pemerintah.
Sebanyak 12 inovasi pelayanan publik akan mewakili Indonesia dalam ajang tersebut. Seluruh inovasi itu merupakan peraih penghargaan Outstanding Public Service Innovation (OPSI) dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2025.
Beberapa inovasi yang akan berkompetisi di antaranya PUSPA HUNTING, Kartu Digital Sungai Rumbai Sehat, Serving The Villager, PEDULI KASI, IBUK ANTING, PANDORA, KPBU APJ, Hari Belanja Cantik ke Pasar Tradisional dan UMKM, SUPERMIE, PINTERES, GOKER WANGI, serta Baca Meter Mandiri.
Editor: Gokli
