BATAMTODAY.COM, Batam - Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) memastikan ketahanan air di sejumlah waduk masih aman hingga empat sampai lima bulan ke depan, meskipun terjadi penurunan volume akibat dampak El Nino.
Kepastian tersebut disampaikan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, usai meninjau kondisi waduk pada Kamis (26/3/2026). "Setelah kami cek, ketahanan air di masing-masing waduk masih aman hingga empat sampai lima bulan ke depan," ujar Ariastuty.
Dalam peninjauan tersebut, BP Batam mencatat penurunan volume air di Waduk Sei Harapan hingga 51 sentimeter dari batas normal. Sementara itu, Waduk Mukakuning mengalami penyusutan lebih signifikan, yakni mencapai 2,4 meter.
Selain dua waduk tersebut, Waduk Nongsa juga tercatat mengalami penurunan sekitar 1,2 meter dan menjadi perhatian serius otoritas.
Ariastuty menjelaskan, berkurangnya volume air dipicu minimnya curah hujan akibat fenomena El Nino yang memicu kemarau berkepanjangan. Meski demikian, ia menegaskan distribusi air ke masyarakat tetap berjalan optimal.
Pasokan air, lanjutnya, masih ditopang oleh waduk lain seperti Waduk Duriangkang, Waduk Tembesi, Waduk Sei Ladi, dan Waduk Rempang yang kapasitasnya masih memadai.
BP Batam juga menyiapkan sejumlah langkah antisipasi jika kondisi kemarau berlanjut, termasuk opsi pengaturan distribusi air (rationing) dengan skema yang terukur. "Kami terus memantau produksi dan kebutuhan suplai air sesuai kondisi yang ada. Karena itu, kami mengimbau masyarakat untuk lebih hemat dalam penggunaan air," tambahnya.
Selain isu ketersediaan air, Ariastuty turut mengingatkan masyarakat terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di area Daerah Tangkapan Air (DTA). Kondisi cuaca panas dan angin kencang dinilai meningkatkan risiko kebakaran.
"Kami mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan di area kering. Jika melihat tanda-tanda kebakaran, segera laporkan kepada pihak berwenang," pungkasnya.
Editor: Gokli
