BATAMTODAY.COM, Jakarta - Sebanyak 15.038 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dinyatakan lulus sertifikasi melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang diselenggarakan Kementerian Agama. Kelulusan ini menjadi kabar menggembirakan menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.
Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 97.122 guru binaan Kementerian Agama yang berhasil meraih sertifikat pendidik pada PPG angkatan keempat yang telah berlangsung sejak 2025. Proses sertifikasi ini ditempuh melalui tahapan panjang dan seleksi ketat.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan peran strategis guru PAI dalam sistem pendidikan nasional, tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga pembentuk karakter. "Guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran fundamental, tidak hanya dalam transfer pengetahuan, tetapi juga dalam pembentukan akhlak dan karakter bangsa. Karena itu, peningkatan kualitas dan kesejahteraan mereka harus menjadi perhatian bersama," ujar Suyitno di Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Ia menambahkan, sertifikasi yang diperoleh bukan sekadar bentuk pengakuan profesional, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. "Sertifikasi bukan sekadar pengakuan, tetapi amanah. Guru harus terus belajar, menjadi teladan, dan menghadirkan pembelajaran yang mencerahkan," katanya.
Menurut Suyitno, percepatan program sertifikasi berbasis PPG sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto. "Bagi guru PAI yang telah menyelesaikan seluruh tahapan sertifikasi, ini adalah momen membahagiakan. Menjelang Idulfitri, kabar ini menjadi kado bagi guru dan keluarganya," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa sertifikasi berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan guru melalui pemberian tunjangan profesi. "Dengan status tersertifikasi, guru berhak memperoleh tunjangan profesi. Ini diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran," tambahnya.
Direktur Pendidikan Agama Islam, M Munir, menyebut guru PAI memiliki posisi penting dalam membentuk karakter peserta didik. "Dengan kompetensi yang semakin terstandar melalui sertifikasi, diharapkan kualitas pembelajaran PAI semakin kuat dan relevan," jelas Munir.
Ia menambahkan, program ini tetap mengedepankan standar mutu yang ketat. Dari total peserta, sebanyak 120 guru belum dinyatakan lulus dan akan mengikuti ujian ulang pada tahap berikutnya. "Hal ini menunjukkan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas dalam program sertifikasi," tegasnya.
Kementerian Agama berharap para guru PAI yang telah tersertifikasi dapat menjadi motor penggerak perubahan di lingkungan masing-masing, terutama dalam memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menanamkan nilai moderasi beragama di tengah masyarakat.
Editor: Gokli
