logo batamtoday
Senin, 30 Maret 2026
PKP BATAM


Seniman Sunda Gelar Ngabuburit Budaya di Kampung Adat Banceuy Subang
Selasa, 17-03-2026 | 09:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Ratusan warga memadati Kampung Adat Banceuy, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, saat acara Ngabuburit Bareng yang digelar komunitas Seniman Sunda Bangkit (SSB), Minggu (15/3/2026). (Foto: istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Subang - Ratusan warga memadati Kampung Adat Banceuy, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, saat acara Ngabuburit Bareng yang digelar komunitas Seniman Sunda Bangkit (SSB), Minggu (15/3/2026). Kegiatan ini diisi berbagai pertunjukan seni budaya khas Subang yang melibatkan para seniman lokal.

Ketua Seniman Sunda Bangkit, H. Oni Suwarman, mengatakan kegiatan tersebut mengusung tema "Ngamumule Budaya, Ngaraketkeun Baraya". Tema ini mengajak masyarakat Jawa Barat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya leluhur sekaligus mempererat tali persaudaraan.

"Seluruh pertunjukan yang ditampilkan dalam acara ini melibatkan seniman Sunda dari masyarakat Kampung Adat Banceuy," kata Oni di sela kegiatan.

Acara diawali dengan penampilan seni Toleat yang dibawakan grup Toleat Kampung Adat Banceuy. Penampilan sinden Yani yang menyanyikan lagu "Jayanti" turut menghibur warga dan tamu undangan. Lagu tersebut menceritakan kisah sepasang kekasih yang saling mengikat janji setia di Pantai Jayanti, Cianjur, sekaligus menggambarkan keindahan wisata alam Jawa Barat.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan sejumlah seniman dan pelawak seperti Ki Daus, Kang Aep Bancet, serta Ceu Popon yang memandu jalannya acara. Mereka juga memperagakan tradisi Mandi Koneng dan Nadran, dua tradisi yang sarat makna penyucian diri serta bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya.

Perwakilan Seniman Sunda Bangkit, Ogi SOS, dalam sambutannya menyampaikan seni budaya Sunda merupakan aset penting yang harus terus dilestarikan.

"Kami ingin seni dan budaya Sunda kembali bangkit dan tidak hilang. Ini adalah warisan yang dapat menjadi aset bangsa di masa depan," ujarnya.

Menurutnya, seni dan budaya menjadi bagian penting dari identitas masyarakat. Karena itu, SSB menggandeng AQUA sebagai mitra yang dinilai merepresentasikan kemurnian dan sumber kebaikan alam.

Kepala Desa Sanca, Masna, berharap kegiatan tersebut dapat semakin mengangkat Kampung Adat Banceuy sebagai kampung seniman di Kabupaten Subang. Kegiatan itu juga dihadiri Camat Ciater, Alex Nursalam.

Sementara itu, perwakilan manajemen AQUA, Firman Surya Kusuma mengatakan pihaknya mengapresiasi kegiatan yang bertujuan melestarikan seni budaya Sunda.

"Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi dan identitas yang perlu terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, AQUA juga memberikan santunan kepada 80 anak yatim dan jompo yang diserahkan secara simbolis kepada tujuh perwakilan penerima.

Meski sempat diguyur hujan, antusiasme warga mengikuti acara tidak surut. Seniman Gembyung Kampung Adat Banceuy turut menampilkan sejumlah lagu Buhun Sunda yang kini mulai jarang dipentaskan.

Selain itu, penonton juga dihibur dengan Tari Break-pong Leungiteun yang mengangkat tema lingkungan dan sumber daya alam, dibawakan Mpap Gondo.

Suasana semakin meriah saat penyanyi dangdut asal Subang, Novia Rozma, tampil membawakan sejumlah lagu seperti "Rindu Purnama", "Gerong", dan "Cinta Pertama". Penampilannya membuat warga ikut berjoget di depan panggung.

Menjelang waktu berbuka puasa, acara dilanjutkan dengan Mahdor atau ceramah bodor yang dibawakan Oni SOS bersama Ki Aman dan Ki Amin. Candaan mereka berhasil mengundang tawa para penonton.

Kegiatan ngabuburit ini kemudian ditutup dengan buka puasa bersama melalui tradisi Ngaliwet Bareng, dengan hidangan yang dimasak warga dari tujuh RT di Kampung Adat Banceuy.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit