logo batamtoday
Selasa, 21 April 2026
PKP BATAM


'Kita Punya Andil Kembalikan Ruang Aman'
Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Dibuka di Batam
Sabtu, 29-11-2025 | 08:28 WIB | Penulis: Paschall RH
 
Ketua Panitia Kampanye, Kiki dari Rumah Faye, saat memberikan sambutan pembukaan 24 HAKTPA di Aula SMAK Yos Sudarso, Batam Center, Jumat (28/11/2025). (Paschall/BTD)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Aula SMAK Yos Sudarso, Batam Center, menjadi ruang solidaritas pada Jumat (28/11/2025), saat Jaringan Safe Migran Peduli Perempuan dan Anak membuka rangkaian kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (24 HAKTPA). Kampanye ini merupakan penguatan dari gerakan internasional 16 Days of Activism Against Gender Violence.

Wamen PPPA Veronica Tan, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, dan Ketua KKPPMP Keuskupan Pangkalpinang Romo Chrisantus Paschalis Saturnus, turut hadir membuka kegiatan.

Ketua panitia, Kiki dari Rumah Faye, menyampaikan bahwa tahun ini kampanye kembali menyoroti kerentanan perempuan dan anak migran --isu yang sangat relevan bagi Batam sebagai wilayah dengan arus mobilitas tinggi.

"Secara global kampanye dimulai 25 November, namun kami membuka hari ini. Perpanjangan menjadi 24 hari penting karena bertepatan dengan Hari Migran Internasional pada 18 Desember. Ini mengingatkan kita bahwa perempuan dan anak migran masih rentan terhadap kekerasan dan eksploitasi," ujar Kiki.

Ia menegaskan tema nasional "Kita Punya Andil Kembalikan Ruang Aman" lahir dari situasi nyata di lapangan. "Catatan kami, 2023 ada 206 korban kekerasan, dan pada 2024 naik menjadi 209. Angka ini berasal dari pendampingan 15 lembaga jaringan. Artinya, pekerjaan kita belum selesai," jelasnya.

Sementara itu, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo memastikan komitmen kepolisian dalam memperkuat perlindungan korban.

"Kekerasan sekarang bentuknya makin beragam: fisik, psikis, seksual, penelantaran, sampai kekerasan berbasis digital. Banyak korban takut melapor. Tugas kita adalah memastikan mereka merasa aman," tegasnya.

Anom menambahkan bahwa penanganan kekerasan membutuhkan kerja bersama. "Tidak ada satu institusi yang bisa bekerja sendiri. Perlindungan perempuan dan anak menuntut kolaborasi orang tua, sekolah, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat," ujarnya.

Kampanye yang berlangsung hampir sebulan ini menghadirkan sejumlah agenda tematik:

  • 28 November 2025 - Talk Show Pembukaan 24 HAKTPA
  • 5 Desember 2025 - Peringatan Hari Relawan Internasional
  • 13 Desember 2025 - Hari HAM Sedunia
  • 18 Desember 2025 - Hari Migran Internasional dan Rilis Catatan Akhir Tahun

Panitia menyebut kegiatan 24 HAKTPA bertujuan meningkatkan kesadaran publik sekaligus memperkuat advokasi kebijakan perlindungan perempuan, anak, dan korban TPPO.

Menutup acara, Kiki kembali mengajak seluruh elemen masyarakat terlibat aktif. "Dengan nilai kasih dan keadilan, mari bersama mewujudkan Batam yang menghargai martabat manusia, menolak diskriminasi, serta memastikan setiap orang mendapatkan perlindungan dan pemulihan," katanya.

Wakapolda Kepri menegaskan pesan yang sama. "Semangat ini harus dibawa pulang. Ruang aman tidak berhenti di panggung, tapi diwujudkan dalam tindakan sehari-hari," ujar Anom.

Pembukaan kampanye ini semakin mengukuhkan Batam sebagai salah satu pusat gerakan anti-kekerasan di Indonesia --tempat pemerintah, aparat, lembaga sosial, dan komunitas bergandengan tangan untuk memulihkan ruang aman bagi perempuan dan anak.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit