logo batamtoday
Rabu, 04 Maret 2026
PKP BATAM


Jalan Berlumpur, Banyak Pemotor Terjatuh
Warga Pertanyakan Izin Pematangan Lahan di Taman Raya Tahap II Batam Center
Selasa, 04-11-2025 | 11:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Pematangan lahan di sekitar Perumahan Taman Raya Tahap II, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, menuai protes warga. (Dok Batamtoday.com)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Aktivitas pematangan lahan di sekitar Perumahan Taman Raya Tahap II, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, menuai protes warga. Warga menilai pekerjaan yang berlangsung dua bulan terakhir itu menyebabkan jalan berlumpur, licin, dan rawan kecelakaan, bahkan dikhawatirkan memperparah banjir di tengah musim hujan.

Sejumlah warga mengaku resah dengan proyek yang terus berjalan tanpa sosialisasi dan kejelasan izin. Mereka menilai kegiatan pemotongan dan penimbunan tanah tersebut mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

"Kami tidak tahu proyek ini milik siapa, tapi jelas mengganggu warga. Jalan jadi berlumpur dan licin, banyak pengendara motor yang jatuh," ujar Galung, salah seorang warga, Selasa (4/11/2025).

Galung juga mempertanyakan apakah pematangan lahan tersebut telah mengantongi izin resmi dari BP Batam. Ia berharap pemerintah segera turun tangan sebelum dampaknya semakin meluas.

"Kalau memang sudah ada izinnya, seharusnya dikaji dulu dampaknya terhadap lingkungan sekitar," katanya.

Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan, proyek tersebut telah beberapa kali berganti kontraktor, namun masyarakat tidak pernah mendapat pemberitahuan resmi. "Kami tidak tahu siapa perusahaan yang mengerjakan. Tidak pernah ada sosialisasi kepada warga," ungkap Juntak, warga lainnya.

Seorang warga lain menambahkan, tanah yang digunakan untuk menimbun lahan di sekitar Taman Raya II berasal dari hasil pemotongan tanah di kawasan Taman Raya Tahap III. "Di Taman Raya III katanya untuk pelebaran jalan, tapi tanahnya dipakai untuk nimbun lahan di sekitar perumahan kami," ujar seorang warga yang ditemui di lokasi.

Minim Pengawasan, Warga Minta Pemerintah Bertindak

Pantauan di lapangan, saat tim media mendatangi lokasi, tidak tampak adanya aktivitas pekerjaan. Namun, bekas alat berat dan tumpukan tanah masih terlihat di sekitar area perumahan. Warga menilai, kondisi tersebut menunjukkan kurangnya pengawasan dari pihak berwenang.

Warga berharap pemerintah kota dan BP Batam segera meninjau ulang aktivitas pematangan lahan di kawasan permukiman tersebut. Mereka meminta agar setiap proyek serupa dilengkapi kajian lingkungan dan sosialisasi kepada masyarakat, guna menghindari dampak buruk seperti banjir, jalan rusak, dan gangguan keselamatan warga.

Hingga berita ini diterbitkan, ketererangan dari pihak kontraktor terkait proyek pematangan lahan tersebut belum didapat. Saat BATAMTODAY ke lokasi, Selasa pagi, aktivitas belum ada. Media ini juga masih berusahan mendapat penjelasan dari BP Batam mengenai status izin cut and fill di kawasan Taman Raya Tahap II dan III.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit