logo batamtoday
Jum'at, 30 Januari 2026
PKP BATAM


Kapal MT Federal II Meledak Dua Kali, Amsakar Tuntut PT ASL Shipyard Evaluasi Menyeluruh Sistem K3
Jumat, 17-10-2025 | 10:37 WIB | Penulis: Aldy
 
(ki-ka) Anggota DPR RI, Rizky Faisal; Wali Kota/Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota/Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat Sidak ke PT ASL Shipyard Indonesia di Tanjunguncang, Kecamatan Batu Aji, pada Kamis (16/10/2025). (Foto: Aldy)  

BATAMTODAY.COM, Batam - Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan agar PT ASL Shipyard Indonesia segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) setelah insiden ledakan di kapal MT Federal II kembali memakan korban jiwa.

Kecelakaan yang terjadi di kawasan Tanjunguncang, Kamis (16/10/2025) itu merupakan kejadian kedua yang melibatkan kapal yang sama, setelah peristiwa serupa pada Juni lalu.

Amsakar bersama Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi kejadian untuk meninjau kondisi lapangan dan memastikan penanganan korban dilakukan secara optimal.

"Kami ingin memastikan penanganan korban dilakukan dengan baik. Yang juga penting, bagaimana tata kelola SOP diterapkan di perusahaan, karena ini sudah kejadian kedua. Kalau berulang, berarti SOP tidak berjalan sebagaimana mestinya," tegas Amsakar.

Wali Kota menilai, kecelakaan kerja berulang menunjukkan perlunya pembenahan serius terhadap penerapan prosedur keselamatan di lingkungan perusahaan. Ia menekankan agar manajemen segera melakukan audit internal dan perbaikan sistem K3 guna mencegah insiden serupa di masa mendatang.

"Kami berharap proses evaluasi bisa dilakukan dengan cepat. Penanganan korban harus maksimal, dan perusahaan harus menunjukkan komitmen nyata dalam memperbaiki sistem keamanan dan keselamatan kerja," ujarnya.

Selain itu, Amsakar juga meminta perusahaan untuk mengevaluasi seluruh proses pengawasan serta seleksi terhadap subkontraktor, terutama yang bekerja di area berisiko tinggi. "Jangan sampai ada pihak yang bekerja tanpa pengawasan atau tanpa memenuhi standar keselamatan. Ini penting agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan evaluasi menyeluruh terhadap sistem K3 perusahaan mutlak dilakukan untuk memastikan akar permasalahan dapat diidentifikasi. "Evaluasi harus dilakukan untuk mengetahui mengapa kejadian seperti ini bisa terulang. Keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zainal Arifin, mengonfirmasi pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan mendalam atas insiden tersebut. "Kasus ini sudah kami tangani. Tim laboratorium forensik juga sudah diterjunkan untuk memastikan penyebab ledakan. Kami akan mendalami jika ada unsur kelalaian yang menyebabkan korban meninggal dunia atau luka berat," jelasnya.

Pemerintah Kota Batam memastikan akan terus memantau proses penanganan pascakejadian dan menjamin pemenuhan hak-hak korban dan keluarganya. Amsakar menegaskan, Pemko Batam berkomitmen mendukung industri galangan kapal yang aman, patuh aturan, dan menjunjung tinggi keselamatan pekerja.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit