logo batamtoday
Rabu, 17 Juni 2026
PKP BATAM


Tingkatkan PAD Sektor Maritim, Pemkab Bintan Wacanakan Bentuk BUMD Kepelabuhanan
Kamis, 09-10-2025 | 10:48 WIB | Penulis: Harjo
 
Rapat pembahasan pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang berfokus pada pengelolaan sektor kepelabuhanan di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan, Selasa (7/10/2025). (Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Bintan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan tengah mengkaji pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) baru yang berfokus pada pengelolaan sektor kepelabuhanan.

Langkah ini menjadi strategi untuk membuka sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru sekaligus memperkuat peran daerah dalam mengelola potensi maritim yang dimiliki.

Kajian tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, dengan melibatkan sejumlah instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, akademisi, serta lembaga hukum daerah.

"Presiden Prabowo dan Menteri Dalam Negeri telah memberikan arahan agar setiap daerah lebih inovatif dalam menciptakan peluang pendapatan baru melalui potensi yang dimiliki. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk BUMD yang dapat berkolaborasi dengan instansi lain atau pihak swasta," ujar Ronny dalam rapat pembahasan di Ruang Rapat II Bandar Seri Bentan, Selasa (7/10/2025).

Ronny menjelaskan Pemkab Bintan saat ini tengah mengidentifikasi sejumlah pelabuhan yang berpotensi memberikan kontribusi ekonomi signifikan, termasuk pelabuhan eks-PT Antam di Bintan Timur yang sedang dijajaki kemungkinan pengelolaannya oleh pemerintah daerah.

"Kita identifikasi semua potensi pelabuhan yang ada. Salah satunya pelabuhan milik PT Antam yang sedang dikomunikasikan oleh Bupati untuk dikelola, baik melalui skema pinjam-pakai maupun take over. Prinsipnya, kita siapkan mekanisme dan regulasinya dengan baik sebelum dieksekusi," jelasnya.

Ronny menambahkan bahwa Bintan telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Kepelabuhanan sejak 2014. Namun, regulasi tersebut akan disesuaikan dengan kebijakan baru agar lebih relevan dan mampu membuka jalan bagi pengelolaan sektor pelabuhan secara profesional.

Dalam upaya memperkuat rencana tersebut, Pemkab Bintan juga telah melakukan studi banding ke BUMD di Kota Cilegon, Provinsi Banten, yang dinilai sukses mengelola sektor kepelabuhanan, khususnya dalam layanan kapal pandu yang memberikan pemasukan signifikan bagi daerah.

"Kita bisa mengembangkan layanan serupa, seperti kapal pandu, suplai air bersih, hingga kebutuhan logistik untuk kapal-kapal besar yang berlabuh. Setiap hari, ada sekitar 400 kapal tanker yang labuh di depan PT BAI, dan di situ ada potensi besar yang bisa kita kelola bersama Pelindo atau pihak lain," tambahnya.

Ronny menegaskan bahwa pembahasan ini akan berlanjut pada penyusunan rencana jangka pendek, menengah, dan panjang, dengan target yang terukur di setiap tahap pelaksanaan.

Forum ini turut dihadiri oleh perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Kijang, Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas I Tanjunguban, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), serta Bagian Ekonomi dan Hukum Setda Bintan.

Dengan wacana pembentukan BUMD baru tersebut, Pemkab Bintan optimistis sektor kepelabuhanan dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat kemandirian fiskal menuju Bintan yang maju dan berdaya saing.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit