BATAMTODAY.COM, Batam - Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan Batam sedang diarahkan menjadi pusat ekspor UMKM Indonesia. Dukungan regulasi melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 dan 28 Tahun 2025 dinilai memberi peluang besar bagi pelaku UMKM dalam pembiayaan, perizinan, hingga akses pasar internasional.
"Batam punya posisi strategis untuk menjadi hub UMKM. Proses perizinan kini terintegrasi lewat Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam, dan sejauh ini berjalan lancar tanpa kendala berarti," ujar Amsakar saat ditemui di Kantor DPRD Batam, Senin (8/9/2025).
Menurutnya, UMKM bukan sekadar penyangga ekonomi, melainkan penyedia lapangan kerja utama di tengah keterbatasan sektor formal. "Mereka bisa berjualan pecel lele, mengolah produk pangan, sampai menciptakan inovasi baru. Karena itu, pemerintah wajib memberi ruang signifikan agar UMKM tumbuh," tegasnya.
Amsakar juga menyoroti subsidi bunga pinjaman 0 persen dalam KUA-PPAS 2026 yang harus benar-benar dimanfaatkan. "Kalau tidak, program ini akan sia-sia. Padahal inilah dukungan nyata agar UMKM mendapat modal murah untuk memperluas usaha, termasuk ekspor," jelasnya.
Sebagai mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, ia memahami tantangan koperasi seperti tata kelola, modal, kapasitas SDM, dan kreativitas bisnis. Ia mendorong koperasi berani masuk ke rantai pasok industri.
"Koperasi jangan hanya terjebak simpan pinjam. Mereka bisa bermitra dengan Patra Niaga untuk distribusi LPG atau dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk penyediaan sembako," tambahnya.
Dengan letak geografis yang strategis, Batam dinilai berpeluang besar menjadi gerbang ekspor UMKM ke Asia Tenggara. Integrasi perizinan, insentif fiskal, dan dukungan infrastruktur dari BP Batam disebut sebagai kombinasi penting yang memperkuat daya tarik investasi.
"Batam bukan lagi sekadar kawasan industri. Ke depan, Batam bisa menjadi pusat ekspor UMKM sesuai arah pembangunan nasional yang menjadikan UMKM tulang punggung ekonomi," pungkas Amsakar.
Editor: Gokli
