logo batamtoday
Jum'at, 15 Mei 2026
PKP BATAM


Polda Jabar Bebaskan 670 Mahasiswa Pasca Demo Ricuh, 57 Masih Diperiksa
Senin, 08-09-2025 | 11:28 WIB | Penulis: Redaksi
 
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan. (Foto: Humas Polri)  

BATAMTODAY.COM, Bandung - Polda Jabar membebaskan 670 orang, mayoritas mahasiswa, yang sebelumnya diamankan pasca aksi demonstrasi ricuh di sejumlah daerah Jawa Barat pada 29 Agustus hingga 2 September 2025.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyebut dari total 727 orang yang diamankan, sebagian besar telah dipulangkan setelah menjalani pembinaan, sementara 57 lainnya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut.

"Dari total tersebut, 670 dilakukan pembinaan dan 57 lainnya masih dalam pemeriksaan," ujar Hendra di Bandung, Minggu (7/9/2025).

Hendra menegaskan, kebijakan pembebasan itu merupakan instruksi langsung dari Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, dengan mempertimbangkan aspek hukum dan sosial, serta masukan dari berbagai pihak, termasuk pimpinan universitas, orang tua, keluarga mahasiswa, hingga Forkopimda Jabar.

"Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan secara mendalam berbagai aspek, baik dari sudut pandang hukum maupun sosial. Langkah humanis ini menunjukkan pendekatan yang lebih persuasif dan edukatif ketimbang represif," jelasnya.

Menurut Hendra, Kapolda Jabar memandang para mahasiswa yang sempat terlibat aksi anarkis masih memiliki potensi besar untuk dibina. "Pelepasan para mahasiswa ini bukan tanpa alasan. Kapolda Jabar mempertimbangkan bahwa mereka masih bisa dibina, apalagi mereka adalah generasi muda dengan masa depan panjang," ucapnya.

Sebelum dibebaskan, para mahasiswa diminta membuat pernyataan tertulis agar tidak mengulangi perbuatan anarkis. Mereka juga dinilai kooperatif karena tidak berusaha melarikan diri atau menghilangkan barang bukti.

"Memberikan kesempatan kedua berarti membuka kembali pintu bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan dan berkontribusi positif bagi kemajuan bangsa," tambah Hendra.

Keputusan Kapolda Jabar, lanjut Hendra, diharapkan mampu meredakan ketegangan pasca aksi unjuk rasa sekaligus menjaga kondusivitas wilayah. "Dengan mengedepankan pendekatan humanis, diharapkan ketegangan dapat mereda dan situasi kembali normal. Ini langkah preventif untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas," pungkasnya.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit