BATAMTODAY.COM, Bandung - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Letjen TNI Tandyo Budi Revita saat upacara gelar pasukan operasional dan penghargaan kehormatan militer di Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (10/8/2025).
Presiden Prabowo, yang tampil mengenakan kopiah hitam dan baju safari, tiba di Lapangan Suparlan Pusdiklatpassus Kopassus TNI AD, Batujajar, pukul 08.55 WIB, didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, yang juga mengenakan seragam loreng lengkap dengan baret merah Kopassus.
Di lokasi acara, Presiden kemudian disambut oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Prabowo juga mengukuhkan dan melantik Letjen TNI Djon Afriandi sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD, Letjen TNI (Mar) Endi Supardi sebagai Panglima Korps Marinir TNI Angkatan Laut, Marsekal Madya TNI Deny Muis sebagai Panglima Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara, dan Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Koopsudnas) TNI AU.
Presiden pun meresmikan pembentukan enam Kodam baru, Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan, Batalyon Infanteri Marinir dan Batalyon Komando Kopasgat. Kodairal, Pangkodau, dan Pangkoopsau.
Dalam sambutannya, presiden mengungkapkan saat ini dunia tengah dalam ketidakpastian dan perang terjadi di mana-mana. Namun begitu, Indonesia tidak memihak blok manapun dan mementingkan memiliki pertahanan yang sangat kuat.
"Untuk itulah hari ini saya melantik enam panglima kodam baru, dua puluh komandan brigade baru, dan seratus batalyon teritorial pembangunan," ucap dia saat memberikan sambutan.
Ia meminta panglima dan komandan brigade yang telah dilantik untuk memimpin dari depan. Selain itu, selalu berada di tempat yang berbahaya dan kritis.
"Panglima TNI, panglima pasukan TNI, komandan pasukan Brigade, pemimpin batalyon, memimpin dari depan, memimpin di tengah-tengah pasukan, berada selalu di tempat yang paling berbahaya berada selalu di tempat yang paling kritis, tidak ada komandan pasukan yang memimpin dari belakang," kata dia.
Ia meminta pemimpin menjaga anak buah atau pasukan. Prabowo meminta agar pasukan dilatih dengan keras namun bukan dengan kekejaman.
"Dan selalu ingat, kita adalah tentara rakyat, kita lahir dari rakyat, kita adalah anak kandung rakyat, kita mengabdi untuk rakyat, kita menjaga rakyat, dan kita siap mati untuk rakyat kita. Itulah TNI," kata dia.
Sejumlah menteri, anggota DPR RI, panglima TNI dan jajaran, serta kapolri dan jajaran, turut hadir dalam acara tersebut termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming. Masyarakat pun tumpah ruah di acara tersebut menyaksikan parade keahlian para anggota TNI.
Dalam kegiatan upacara tersebut, terdapat peragaan keahlian prajurit serta pawai defile alutsista. Sejumlah alutsista TNI pun diperlihatkan seperti tank, kendaraan taktis, hingga kendaraan lainnya.
Editor: Surya
