BATAMTODAY.COM, Batam - Panbil Group melalui anak perusahaannya, PT Batam Sarana Propertindo (BSP) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Sauh, terus menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada kesejahteraan sosial dan pelestarian lingkungan.
Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni melalui penanganan dampak sosial terhadap komunitas Suku Laut yang bermukim di sekitar Pulau Tanjung Sauh, Kelurahan Ngenang, Batam.
PT BSP aktif melakukan pendekatan dialogis dengan masyarakat pesisir, mendengar langsung aspirasi warga, serta menyusun solusi bersama demi menjamin hak-hak warga terdampak. Perusahaan memastikan proses relokasi berjalan adil dan manusiawi, dengan memberikan ganti rugi yang dinilai lebih dari layak, disesuaikan dengan kondisi dan kepemilikan masing-masing warga.
"Prinsip kami jelas, masyarakat harus mendapatkan haknya secara adil, bahkan lebih. Bukan sekadar mengganti, tapi memberikan kualitas hidup yang lebih baik," ujar perwakilan PT BSP dalam keterangan tertulis, Rabu (6/8/2025).
Rumah Layak Huni, Fasilitas Lengkap
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya, PT BSP telah menyelesaikan pembangunan 95 unit rumah layak huni bagi warga terdampak, serta menyerahkan 77 kavling tanah sesuai hasil kesepakatan bersama warga. Bagi warga yang memilih membangun rumah secara mandiri, perusahaan tetap menyediakan kavling sebagai alternatif solusi.
Selain hunian, kawasan relokasi juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti air bersih, listrik 24 jam, dan pos keamanan. PT BSP, dengan dukungan PT Bintan Inti Sukses Abadi (BISA), juga menanggung penuh biaya pengadaan meteran air dan listrik serta penggantian kelong milik warga nelayan.
Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal
Komitmen keberlanjutan PT BSP tak berhenti pada relokasi fisik. Perusahaan juga melibatkan 100% tenaga kerja lokal dari Pulau Tanjung Sauh dalam pembangunan proyek-proyek seperti rumah relokasi, pos pengamanan tiga pilar, rumah seni budaya di SDN 003 Nongsa, hingga relokasi lahan pemakaman.
Langkah ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi langsung, tetapi juga meningkatkan rasa memiliki warga terhadap pembangunan yang berlangsung.
Lokasi Relokasi Strategis dan Aksesibel
Proses penentuan lokasi relokasi dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan aksesibilitas terhadap fasilitas publik seperti sekolah, rumah ibadah, dan sarana umum lainnya. Seluruh proses pembiayaan ditanggung penuh oleh perusahaan, mulai dari pembangunan hingga penyediaan fasilitas pendukung, sehingga masyarakat tidak dibebani biaya apa pun selama proses berlangsung.
CSR dan Kolaborasi Berkelanjutan
PT BSP menegaskan komitmennya untuk terus membangun kerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk komunitas lokal dan mitra strategis lainnya, guna menyukseskan program pemberdayaan masyarakat dan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
"Kompensasi bukan hanya soal materi, tetapi juga tentang membangun hubungan jangka panjang yang saling mendukung antara perusahaan dan masyarakat," jelas perwakilan PT BSP.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa PT BSP tidak hanya fokus pada aspek bisnis, tetapi juga memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan di KEK Tanjung Sauh.
Editor: Gokli
