logo batamtoday
Jum'at, 19 Juni 2026
PKP BATAM


QRIS Permudah Transaksi Pedagang Pulau Penyengat dengan Wisatawan Mancanegara
Sabtu, 28-06-2025 | 12:48 WIB | Penulis: Aldy
 
Aura Zahwa, mahasiswi Politeknik Negeri Batam, melakukan pembayaran menggunakan QRIS di salah satu tempat kuliner tradisional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, pada Minggu (22/6/2025). (Foto: Aldy)  

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Inovasi teknologi keuangan kini merambah hingga ke jantung sejarah Kepulauan Riau. Pulau Penyengat, pulau kecil seluas 2.000 meter panjang dan 850 meter lebar yang terkenal sebagai pusat sejarah Kesultanan Riau-Lingga, kini mulai memadukan nuansa masa lalu dengan kemudahan transaksi digital.

Nyaris di setiap sudut Pulau Penyengat, para pedagang kaki lima hingga rumah ibadah telah mengadopsi sistem pembayaran QRIS. Hal ini memudahkan wisatawan, termasuk turis mancanegara, melakukan transaksi tanpa harus membawa uang tunai.

"Saya benar-benar tidak menyangka di pulau kecil seperti ini sudah bisa bayar pakai QRIS. Semua warung di sini ternyata sudah modern sekali," ungkap Aura Zahwa, mahasiswi Politeknik Negeri Batam, usai menikmati kuliner tradisional di Pulau Penyengat, Minggu (22/6/2025).

Bahkan, kotak infak Masjid Raya Sultan Riau yang terkenal dengan warna kuning keemasannya, kini dilengkapi QR code. Sang bilal masjid, Jefri, mengungkapkan bahwa inovasi ini datang dari kerja sama dengan Bank Riau-Kepri Syariah.

"Supaya jemaah, termasuk wisatawan dari Singapura dan Malaysia, bisa berinfak lebih praktis. Sekarang cukup scan saja," kata Jefri usai salat zuhur.

QRIS tak hanya menjadi sarana transaksi domestik, tetapi juga menjadi pintu bagi Rupiah menembus batas negara.

Adidoyo Prakoso, Deputi Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, mencatat adanya 26.796 transaksi QRIS lintas negara hingga April 2025. Malaysia menjadi mitra terbesar dengan 21.715 transaksi, disusul Singapura sebanyak 4.883 transaksi, dan Thailand 198 transaksi.

"Ini bagian dari integrasi sistem pembayaran ASEAN. Masyarakat dan pelaku usaha kini lebih mudah bertransaksi lintas negara. QRIS Cross Border memungkinkan Rupiah hadir di setiap transaksi luar negeri," ujar Adidoyo saat ditemui di Batam, Selasa (10/6/2025).

Pertumbuhan penggunaan QRIS di Kepri pun tercatat signifikan. Hingga April 2025, terdapat 628.056 merchant yang telah mengimplementasikan QRIS, naik 19,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kota Batam menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi mencapai 81,98 persen dari total merchant.

Namun, menurut Adidoyo, transformasi digital tidak hanya terjadi di kota besar. "QRIS kini sudah merambah daerah kepulauan seperti Penyengat. Bahkan rumah ibadah pun sudah digital. Ini bukti nyata inklusi keuangan berjalan hingga ke pelosok," katanya.

Bagi pedagang kaki lima di Pulau Penyengat, QRIS menjadi jalan penghubung dengan wisatawan mancanegara. Mereka kini tak hanya melayani pembeli lokal, tetapi juga turis asing yang bisa langsung bertransaksi digital lintas negara.

"Dulu banyak wisatawan tanya, bisa bayar pakai cash Ringgit atau Dolar. Sekarang lebih mudah, cukup pakai QR," ujar seorang pedagang cinderamata yang enggan disebut namanya.

Dengan QRIS Cross Border, Pulau Penyengat membuktikan bahwa sejarah dan modernitas bisa berjalan beriringan. Di balik aroma masa lalu Kesultanan Riau-Lingga, kini berdenyut digitalisasi yang membawa Rupiah melintasi batas negara. Indonesia tak hanya hadir, tetapi tampil memimpin dalam ekonomi digital kawasan.

Editor: Gokli

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit