BATAMTODAY.COM, Ambon - Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr Aqua Dwipayana, mengingatkan bahwa keberadaan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), termasuk di tingkat daerah seperti KONI Maluku, sejatinya merupakan ruang pengabdian bagi mereka yang dipercaya memajukan dunia olahraga, bukan tempat mencari keuntungan pribadi.
Penegasan tersebut disampaikan Dr Aqua dalam Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) III dan Rapat Kerja Provinsi KONI Maluku yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Ambon, Kamis (21/5/2025). Kegiatan itu diikuti sekitar 260 peserta, termasuk pengurus KONI dari kota dan kabupaten se-Maluku.
"Menjadi pengurus KONI adalah amanah sekaligus kehormatan besar. Jabatan ini bukan untuk mencari manfaat pribadi, tetapi untuk melayani dan berkontribusi demi kemajuan olahraga daerah," ujar Dr Aqua dalam paparannya bertajuk "Meningkatkan Komunikasi untuk Mengoptimalkan Prestasi Olahraga Maluku."
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, secara resmi melantik Muhammad Armin Syarif Latuconsina sebagai Ketua Umum KONI Maluku masa bakti 2024-2025, bersama jajaran pengurus lainnya. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath turut hadir menyaksikan prosesi pelantikan.
Dr Aqua mengajak seluruh pengurus KONI untuk bekerja dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Ia menegaskan bahwa semangat ibadah dan ketulusan adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai pengurus olahraga.
"Jika sejak awal niat kita tulus, maka seluruh tugas akan dijalankan dengan ringan dan ikhlas. Tidak akan ada beban, dan Insya Allah, hasilnya pun akan optimal," tutur mantan wartawan senior tersebut.
Lebih lanjut, Dr Aqua menyoroti pentingnya komunikasi efektif sebagai kunci utama dalam membangun sinergi antara pengurus, pelatih, dan atlet. Ia menekankan bahwa kemajuan prestasi olahraga tidak hanya bertumpu pada fisik dan strategi teknis, tetapi juga pada kualitas hubungan dan komunikasi di antara seluruh elemen olahraga.
Ia juga mengingatkan agar amanah yang diemban tidak disalahgunakan. "Kepercayaan yang diberikan dalam mengelola KONI adalah tanggung jawab besar. Harus dijaga dengan profesionalisme dan integritas," tegasnya.
Acara ini menjadi momentum penting bagi KONI Maluku dalam memperkuat komitmen pengurus untuk mendorong prestasi olahraga yang lebih baik dan berkelanjutan, dengan dilandasi semangat pengabdian serta etika yang tinggi.
Orang Pilihan
Selain meniatkan sebagai ibadah, pehobi silaturahim ini mengatakan bahwa semua pengurus KONI Maluku adalah orang pilihan. Terpilih di antara sekira 1,9 juta warga Maluku.
"Karena orang pilihan maka optimalkanlah amanah yang diperoleh. Jangan disia-siakan apalagi disalahgunakan. Tunjukkan kualitas diri masing-masing," pesan Dr Aqua Dwipayana.
Menurut bapak dua anak ini, banyak warga Maluku yang ingin menjadi pengurus KONI Maluku, namun mereka tidak punya kesempatan. Sehingga semua amanah yang diterima, supaya dioptimalkan.
Sebagai pengurus, lanjut Dr Aqua Dwipayana, sebaiknya punya target yang ingin dicapai. Hal itu memotivasi diri masing-masing pengurus untuk mencapainya.
Target utamanya, ujar Staf Ahli Ketua Umum KONI Pusat itu adalah memperbaiki dan meningkatkan prestasi olahraga Maluku secara keseluruhan terutama di tingkat nasional. Selama ini Maluku dikenal sebagai provinsi yang memiliki atlet berprestasi di berbagai cabang olahraga.
Sebagai catatan, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh - Sumatera Utara, Maluku menempati peringkat ke-31. Sebelumnya, Maluku pernah menempati peringkat ke-20 pada PON XVII/2012 di Riau dan PON XIX/2016 di Jawa Barat, serta peringkat ke-21 pada PON XX/2021 di Papua.
Tujuan pengurus organisasi olahraga prestasi adalah mengantar atlet meraih prestasi. Di masa damai mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di kancah dunia. Ketika atlet juara, maka Bendera Merah Putih akan dikibarkan dengan diiringi berkumandangnya Lagu Indonesia Raya. Hal tersebut terjadi hanya karena prestasi, selain kegiatan diplomasi.
Oleh karena itu, pengurus organisasi olahraga menjadi orang-orang yang beruntung karena memiliki kesempatan untuk mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di dunia. Para pengurus bersama atlet, pelatih, dan ofisial merupakan Patriot Olahraga Indonesia.
"Mari semua pengurus bersama-sama mengembalikan kejayaan Maluku di bidang olahraga. Sehingga tidak hanya juara di tingkat nasional, regional, bahkan internasional," tegas pembicara laris itu memberi semangat yang disambut tepuk tangan seluruh yang hadir.
Kelancaran Komunikasi
Dr Aqua Dwipayana mengungkapkan salah satu kunci mengembalikan kejayaan Maluku di bidang olahraga adalah pada kelancaran komunikasi sesama pengurus, dengan pelatih, atlet, ofisial, pembina cabang olahraga. Tidak kalah pentingnya dengan para kepala daerah seperti gubernur, wali kota, dan bupati. Juga dengan mitra olahraga lainnya.
Komunikasi efektif tutur Dewan Pakar Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Pusat ini menjadi penting di antara para patriot olahraga Indonesia. Hal tersebut yang harus menjadi atensi pada masyarakat olahraga di Maluku, mengingat ada tugas besar.
"Kalau kita mau jujur, penurunan prestasi Maluku pada PON XXI Aceh - Sumatera Utara Tahun 2024, yang paling mendasar adalah masalah komunikasi," sebut Dr Aqua Dwipayana.
Untuk langkah awal, lanjut motivator kawakan ini, mendesak dilakukan perbaikan komunikasi terutama menyamakan pandangan untuk melaksanakan visi dan misi KONI Maluku. Semua pengurus harus memahami ini secara mendalam dan konsistem mewujudkannya.
Dr Aqua Dwipayana yang mendalami komunikasi secara komprehensif mengingatkan agar para pengurus KONI Maluku jangan ada yang menyepelekan komunikasi. Akibatnya bisa fatal.
"Komunikasi itu kelihatannya sepele. Semua orang bisa melakukannya. Pada dasarnya komunikasi sangat vital. Jika tidak hati-hati dalam berkomunikasi dampaknya bisa fatal," tegas pria yang kuliah S1, S2, dan S3 ini linier Komunikasi.
Dr Aqua Dwipayana menekankan bahwa komunikasi transformatif adalah fondasi utama dalam pencapaian prestasi olahraga. Komunikasi tidak hanya diperlukan di ruang rapat atau saat pengarahan ketika pertandingan, tetapi merupakan jantung dari koordinasi tim, hubungan antara pelatih dan atlet, serta pendorong utama ketahanan mental di saat kompetisi.
"Riset menunjukkan bahwa 65% keberhasilan tim ditentukan oleh komunikasi yang efektif. Ini bukan angka spekulatif, melainkan fakta lapangan yang terus terbukti," ujar mantan wartawan di banyak media besar itu.
Lebih lanjut, Dr Aqua Dwipayana mendorong pentingnya membangun ekosistem komunikasi olahraga yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan --dari pemerintah daerah, KONI, media lokal, hingga masyarakat. Menurutnya, prestasi tidak lahir dari kerja individu, tetapi sinergi yang diciptakan melalui komunikasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Pria rendah hati ini juga mengusulkan langkah konkret seperti pelatihan komunikasi bagi pelatih dan atlet, pembentukan forum lintas generasi, serta pengembangan platform digital komunikasi olahraga untuk menjawab tantangan geografis dan keterbatasan infrastruktur di Maluku.
Di akhir pemaparannya Dr Aqua Dwipayana menegaskan mental juara bukan hanya hasil latihan fisik yang keras, tetapi juga buah dari komunikasi yang sehat, saling menghargai, dan memiliki tujuan bersama. Dengan komitmen komunikasi yang kuat dan kepengurusan KONI Maluku yang baru, bukan tidak mungkin Maluku akan menjadi barometer baru prestasi olahraga nasional.
Mendadak Sharing
Kehadiran Dr Aqua Dwipayana pada acara Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa III dan Rapat Kerja Provinsi itu mendadak. Awalnya tidak dijadwalkan.
Rabu malam (21/5/2025) saat menghadiri jamuan makan malam KONI Maluku di Resto Sari Gurih Beach Ambon, Dr Aqua Ngobrol dengan Ketua KONI Maluku yang akrab dipanggil Sam Latuconsina. Mereka mendiskusikan kegiatan yang dilakukan organisasi olahraga itu
Begitu tahu para pengurus KONI dan cabang olahraga se-Maluku sedang kumpul di Ambon, mereka sepakat melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi. Hal itu diperkuat dengan dukungan dari Marciano.
"Silakan Pak Aqua. Momentumnya pas dan bagus karena semuanya sedang berkumpul di Ambon," ujar Marciano.
Dr Aqua Dwipayana saat itu juga menyusun semua data yang dibutuhkannya untuk membuat materinya. Meminta kepada Sam agar timnya melengkapi seluruh data tersebut.
Kamis dini hari (22/5/2025) pukul 01.00 WIT semua data dikirimkan ke Dr Aqua Dwipayana. Timnya langsung membuat materinya sehingga pada hari itu sukses pelaksanaan sharingnya.*
Editor: Dardani
