logo batamtoday
Jum'at, 24 April 2026
PKP BATAM


Kejagung Diminta Periksa Korupsi Pembelian Saham GoTo oleh Telkomsel yang Libatkan Nadiem Makarim
Rabu, 28-05-2025 | 14:08 WIB | Penulis: Irawan
 
Arief Puyuono, Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu. (Foto: Istimewa)  

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono mendorong Kejaksaan Agung memeriksa dan menyselidiki pembelian saham GoTo oleh Telkomsel, karena diduga ada korupsi besar-besaran yang merugikan negara hingga trilunan rupiah.

Hal ini tergambar dari investasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) belum sepenuhnya menguntungkan. Ini menjadi alasan perusahaan akan terus mengevaluasi investasinya tersebut.

"Investasi TLKM di GoTo dilakukan melalui Telkomsel. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2025, Telkomsel menilai wajar investasi di GoTo masing-masing Rp83/saham dan Rp70/saham masing-masing di periode 31 Maret 2025 dan 2024," kata Arief Poyuono, Rabu (28/5/2025). .

Sehingga, jumlah keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GoTo untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 sebesar Rp308 miliar.

Sementara jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar untuk periode 2024 sebesar Rp403 miliar. Kejanggalan yang menyebabkan kerugian tergambar dari harga investasi Telkomsel di GoTo sebesar Rp270 per saham dan saat ini harga saham GoTo hanya Rp70 per saham.

"Modus yang digunakan untuk membobol duit negara tersebut dilakukan saat era pandemi COVID-19. Pada pembelian kuota internet gratis untuk siswa, mahasiswa, guru dan dosen untuk pembelajaran jarak jauh senilai Rp9 triliun yang tidak jelas pengunaannya, di mana anggaran kuota internet dibelanjakan pada operator Telkomsel," katanya.

Kemudian pada September 2021, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengumumkan subsidi bantuan kuota internet untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ. Anggaran untuk program ini mencapai Rp7,2 triliun.

Kemudian Pemerintah diketahui kembali mengeluarkan Rp2,3 triliun untuk Mendikbud Nadiem Makarim yang digunakan untuk subsidi kuota internet gratis kepada 26,84 juta siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Kuota dan internet ini akan diberikan itu selama tiga bulan mulai September hingga November 2021.

"Makanya enggak heran Telkomsel melakukan investasi di GOTO (GoTo) melalui Pre-IPO placement senilai Rp6,4 triliun pada tahun 2020-2021," ungkapnya.

Arief menduga sepertinya ada dugaan perjanjian under table antara Telkom dan Singtel sebagai pemilik saham Telkomsel dengan pemilik GoTo agar dari hasil pembelian kuota internet gratis yang berjumlah 18,5 Trilyun pada operator Telkomsel.

Di mana Telkomsel diwajinkan membeli saham GoTo seharga 6,4 Trilyun, yang saat ini nilai saham GoTo tinggal senilai Rp1,6 trilyun.

"Untuk menghilangkan jejak dugaan Korupsi pembelian Saham goto oleh Telkomsel yang diduga mengunakan Dana anggaran kuota internet gratis Mendikbud. Maka sebelumnya, pendiri Gojek yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Makarimtelah lebih dahulu keluar dari posisi penting di Gojek," jelasnya.

Mengutip prospektus IPO GOTO, Nadiem diketahui pernah memiliki 20,50% saham Gojek di awal pendirian, namun namanya sudah tidak muncul sebagai pemegang saham saat merger GOTO.

"Ayo Kejaksaan Agung, periksa semua pejabat Telkom, Telkomsel dan Nadiem Makarim dan eks pemilik saham GoTo, kalau berani. Kalau enggak berani, nanti oleh Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu terpaksa kita laporin Polisi dan KPK," pungkasnya.

Editor: Surya

Berita lainnya :
 
 

facebook   twitter   rss   google plus
:: Versi Desktop ::
© 2026 BATAMTODAY.COM All Right Reserved
powered by: 2digit